Hukum & Kriminal

Lapas Klas IIB Mojokerto Bagikan Ratusan Paket Sembako, Ini Sasarannya

Lapas Klas IIB Mojokerto membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar Lapas Klas IIB Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-56 Tahun 2020 dan peduli Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto membagikan ratusan paket sembilan bahan pokok (sembako) dan masker, Kamis (23/4/2020). Ada empat kategori yang menjadi sasaran kegiatan bertajuk ‘Jatim Peduli’ tersebut.

Yakni warga sekitar Lapas Klas IIB Mojokerto, para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tukang becak di sekitar Lapas Klas IIB Mojokerto, beberapa panti asuhan di Mojokerto serta mantan warga binaan yang mendapatkan Asimilasi dampak Covid-19. Dari total 90 warga binaan yang mendapat asimilasi, 15 warga yang mendapatkan paket sembako.

Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut untuk warga tidak mampu berkaitan adanya Covid-19. “Yakni untuk warga di sekitar Lapas, beberapa panti asuhan, mantan warga binaan yang kemarin melaksanakan asimilasi dan pedagang serta tukang becak di sekitar Lapas,” ungkapnya.

Masih kata Wahyu, ada 60 paket sembako yang dibagikan kepada warga sekitar, PKL dan tukang becak sekitar, beberapa panti asuhan serta 15 mantan warga binaan di sekitar Lapas Klas II Mojokerto. Sementara untuk panti asuhan, Lapas Klas IIB Mojokerto menyerahkan paket besar sembako untuk 25 orang.

“Total ada 90 warga binaan yang mendapatkan asimilasi secara bertahap kemarin yakni, mulai tanggal 1 sampai 22 April kemarin. Dari jumlah itu, ada 15 mantan warga binaan yang ada di sekitar Lapas yang mendapatkan paket sembako. Selain paket sembako, kita juga memberikan masker dan hand sanitizer,” katanya.

Menurutnya, Lapas Klas IIB Mojokerto akan menggelar kegiatan lain yang berguna untuk warga selama pandemi Covid-19. Lapas Klas IIB Mojokerto juga memperketat pengunjung yang masuk untuk menggunakan masker, jika tidak memakai masker makan akan diberikan masker okeh petugas.

“Kita perketat pengunjung yang masuk wilayah kita agar menggunakan masker, jika ada yang tidak menggunakan masker maka akan kita bantu masker. Ini sudah kita lakukan sejak tanggal 3 Maret lalu, selain itu juga kita sediakan cuci tangan serta bilik disinfektan,” jelasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar