Hukum & Kriminal

Langgar Jam Malam PPKM Mikro, Petugas Bubarkan Pengunjung Kafe di Jombang

Petugas gabungan saat mendatangi kafe di Jombang yang masih buka di atas pukul delapan malam, Jumat (19/2/2021). [foto/istimewa]

Jombang (beritajatim.com) – Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub (Dinas Perhubungan) Jombang melakukan patroli skala besar dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, Jumat (19/2/2021) malam.

Hasilnya, masih banyak warung dan kafe yang bandel. Mereka tetap buka di atas jam 20.00 WIB. Padahal saat ini Kabupaten Jombang sedang menerapkan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) berbasis mikro. Karena Jombang masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Operasi yang gabungan yang melibatkan 30 personel ini dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Mochamad Mukid. Mereka berangkat dari pendapa Pemkab Jombang. Sejumlah titik langsung disisir oleh tim gabungan tersebut.

Lokasi yang pertama disasar adalah Lapas Kelas IIB Jombang. Di tempat tersebut tim gabungan melakukan kordinasi dengan petugas piket. Selanjutnya, tim bergerak ke arah selatan, yakni di Cafe Gerbong yang berada di Jl Prof M Yamin Desa Pandanwangi, Diwek.

Di tempat itu, petugas terkaget-kaget, karena kafe masih buka meski di atas pukul 20.00. Petugas kemudian meminta pengunjung untuk membubarkan diri. Juga meminta agar pemilik kafe segera menutup tempat usahanya itu. Karena sesuai aturan, selama PPKM mikro (9 – 22 Februari 2021), diberlakukan jam malam. Batas tempat usaha buka adalah pukul 20.00 WIB.

Petugas gabungan menegur pelaku usaha yang melanggar jam malam di Jombang, Jumat (19/2/2021). [foto/istimewa]
Petugas kemudian menyasar kerumunan yang ada di area pasar Keras, Kecamatan Diwek. Di tempat itu, warung yang masih buka diminta segera tutup. Terakhir, petugas mendatangi area parkir makam Gus Dur. Lagi-lagi, masih banyak warung yang buka.

“Warung dan kafe yang melanggar jam malam, langsung kami minta untuk tutup. Karena saat ini di Jombang diberlakukan jam malam. Hal itu menyusul pemberlakuan PPKM mikro. Kami memberikan teguran kepada 107 orang, karena melanggar protokol kesehatan,” kata Mukid. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar