Hukum & Kriminal

Lakukan Pelecehan Seksual, Gilang Fetish Diadili Secara Virtual

Surabaya (beritajatim.com) – Gilang Aprilian Nugraha Pratama, terdakwa kasus pelecehan seksual dengan menggunakan kain jarik kembali menjalani sidang di ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/11/2020).

Dalam sidang yang digelar secara tertutup ini, dua saksi didatangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gede Willy Pramana yakni Royan dan Fikri. Kedua saksi keterangannya menguatkan dakwaan JPU.

Hal itu diungkapkan JPU Willy usai sidang. Menurut Willy, Terdakwa mengirimkan whatsaap ke handphone Fikri, dalam whatsaap tersebut Terdakwa menyatakan bahwa kalau saksi Fikri tidak melakukan yang terdakwa minta maka penyakit fetish Terdakwa akan kambuh dan bahkan bisa bunuh diri. “ Makanya saksi menuruti apa yang diminta Terdakwa,” ujarnya.

Gilang sendiri tidak menampik apa yang dikatakan saksi. Secara virtual, Gilang yang saat ini mendekam di sel tahanan Polrestabes Surabaya mengiyakan keterangan saksi.

Dalam sidang teleconference ini, Gilang diwakili pengacaranya dalam persidangan. “Yang hadir tim pengacara, jaksa dan dua saksi. Karena langsung dilanjutkan untuk mendengarkan keterangan saksi,” ujar Willy.

Perlu diketahui, dalam dakwaan JPU Willy disebutkan Terdakwa Gilang melakukan perbuatannya pada April 2018. Saat itu Terdakwa saksi Bagus Bagaskara. Terdakwa menyatakan bahwa memiliki ilmu terapi dan saksi bersedia untuk diterapi oleh Terdakwa.

Terdakwa kemudian meminta saksi untuk tidur diranjang dan melepas semua baju yang dikenakan. Lalu Terdakwa membungkus tubuh saksi dan mengikatnya. Terdakwa kemudian melakukan seks oral terhadap saksi, dan saksi sudah berusaha untuk berteriak agar Terdakwa melepaskan. Namun tak dihiraukan. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar