Hukum & Kriminal

Lakukan Kejahatan Lagi, Napi Asimilasi Terancam Hukuman Berat

Napi Lapas Jombang bersiap meninggalkan penjara setelah dilakukan pendataan, Kamis (2/4/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Surabaya (beritajatim.com) – Kanwil Kemenkumham Jatim bakal memberikan sanksi yang berat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau tahanan yang melakukan tindak kejahatan. Hal itu diungkapkan Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Pargiyono, Senin (13/4/2020).

Pargiyono menyatakan, WBP yang mengulangi perbuatan buruknya dalam program asimilasi dan integrasi selama masa pandemi maka akan dikurung di sel isolasi hingga masa pemidanaannya berakhir.

Pargiyono menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memberikan hak asimilasi dan integrasi kepada 4.159 WBP. Mereka mendapatkan hak tersebut sesuai Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020. “Seluruh WBP yang mendapatkan asimilasi dan integrasi telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan melewati proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP),” terangnya.

Namun, pihaknya selama ini telah berupaya melakukan pengawasan. Salah satunya dengan melakukan video call melalui aplikasi WhatsApp antara petugas Balai Pemasyarakatan dan Penjamin WBP. Namun, ada beberapa WBP yang keluarganya tidak memiliki smartphone, sehingga hanya bisa dihubungi melalui sambungan telepon biasa.

“Tetap ada komunikasi antara kami dengan WBP atau penjaminnya untuk memastikan WBP berkelakukan baik selama menjalani asimilasi dan integrasi di rumah. Dan saya yakin majelis hakim nantinya juga akan memberikan hukuman yang lebih berat karena pelanggaran,” harapnya. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar