Hukum & Kriminal

Lagi, Pengeroyokan Oknum Suporter Terjadi di Sidoarjo

TKP Pengeroyokan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Dua warga Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin diduga menjadi korban pengeroyokan puluhan oknum suporter bola, Sabtu (16/2/2019) dinihari. Kedua korban adalah RH (19), warga RT 04 RW 05 dan AG (36) warga RT 05 RW 03, Desa Kalitengah, Tanggulangin. Keduanya dikeroyok saat nongkrong di Jalan Raya Desa Kludan, Tanggulangin. Selain dipukuli kaos yang dikenakan keduanya juga dirampas oleh oknum suporter bola tersebut.

AG menceritakan, kejadian bermula saat ia dan Rahmat sedang nongkrong di pinggir jalan yang tak jauh dari perlintasan kereta api melintang di Tanggulangin itu. “Ada dua teman lain juga yang ikut nongkrong di tempat itu sebelum kejadian,” kata AG, Minggu (17/2/2019).

AG melanjutkan, di tempat itu, RH memang mengenakan kaos yang identik dengan klub sepakbola asal Surabaya. Tidak lama berselang, melintas rombongan salah satu suporter bola dengan baju berwarna khas merah. “Awalnya enam orang, kemudian ada empat puluhan orang lagi naik motor di belakangnya berhenti dan mendatangi saya. Setelah sempat adu mulut, rombongan suporter itu langsung merampas kaos dan memukuli RH,” ungkap dia.

Selain itu, AG juga mendapatkan pukulan dari oknum suporter bola tersebut. Dengan telanjang dada, RH berhasil melepaskan diri dari pengeroyokan para oknum suporter tersebut.

Aksi mereda setelah korban melarikan diri ke jalan kampung yang tak jauh dari lokasi kejadian. Para oknum
suporter bola itu langsung meninggalkan lokasi kejadian. Akibat pengeroyokan itu, kedua korban mendapatkan luka yang cukup serius. AG tangannya bengkak, bibirnya dijahit akibat robek terkena pukulan dan kepalanya juga diperban karena terluka.

Sementara RH, mengalami lebam di bagian mukanya. Tangannya juga ada yang sakit saat terlibat pengeroyokan. Setelah kejadian itu, RH langsung melapor ke Polsek Tanggulangin terkait peristiwa yang dialaminya.

Kapolsek Tanggulangin Kompol Hardiyantoro juga membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan kasus pengeroyokan tersebut. “Masih dalam penyelidikan. Pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penindakan hukum sebagaimana mestinya,” tegas mantan Kapolsek Sedati itu, Minggu (17/2/2019).(isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar