Hukum & Kriminal

Lagi, Kejari Tahan Dua Tersangka Kasus Robohnya Ruang Baru SMPN 2 Ketapang

Sampang (beritajatim.com) – Abruknya bangunan proyek Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, Kabupaten Sampang, yang terjadi sekitar 2017 lalu, terus menyeret satu persatu tersangka yang terlibat dugaan korupsi proyek tersebut. Terbukti, setelah menahan tersangka MK dan MI, Selasa (10/9/2019) siang, kejaksaan Negeri (Kejari) setempat kembali menahan dua tersangka lainnya yakni DH dan SY selaku konsultan pengawas proyek tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo mengatakan, saat ini proses pengungkapan kasus korupsi proyek pembangunan RKB di SMPN 2 Ketapang sudah masuk tahap II. “Kedua tersangka merupakan konsultan pengawas dan stafnya,” kata Edi.

Lebih lanjut Edi menambahkan, tersangka SY merupakan petugas di lapangan yang melaporkan terkait dengan semua tahapan kegiatan proyek RKB SMP Negeri 2 Ketapang ke DH selaku direktur. Akibat laporan yang tidak benar tak lama kemudian ruang kelas di sekolah itu ambruk atau roboh.

“Robohnya kelas itu merupakan pertanggung jawaban mereka selaku konsultan pengawas. Lalu untuk tahanan sebelumnya atau tersangka sebelumnya inisial AZ yang sudah sidang di pengadilan Tipikor Surabaya,” tegasnya.

Edi mengatakan, kedua tersangka dikenakan pasal 2, pasal 3, dan pasal 7 ayat 1 huruf A junto pasal 18 Undang-undang tindak pidana korupsi (tipikor) junto pasal 5 ayat 1 KUH pidana. Sebelumnya mereka sudah dipanggil penyidikan Polres Sampang.

“Tersangka dititipkan di Rutan kelas IIB Sampang selama 20 hari ke depan, dan minggu ini berkasnya sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Surabaya,” terangnya.

Sisanya yakni dua berkas perkara masih menunggu pelimpahan dari Polres Sampang. Yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). “Semoga dua berkas perkara itu bisa segera lengkap dan dikirim ke kami lagi, selanjutnya kami akan teliti lagi untuk dilanjutkan ke tahap 2,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar