Hukum & Kriminal

Lagi, Berkas Oknum Dokter Cabul di Mojokerto Dikembalikan

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Berkas kasus asusila yang menjerat oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, AND (60) kembali dikembalikan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto. Pengembalian berkas kali ini merupakan kali ketiga karena dinilai belum lengkap.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Putu Prima. “Iya, ini sudah kali ke-3 berkas yang menjerat oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dikembalikan oleh Kejari Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Jumat (29/5/2020).

Masih kata Kasat, Tim Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto masih berupaya melengkapi berkas tersebut. Namun pihaknya enggan menjelaskan secara detail penyebab dikembalikannya berkas kasus asusila oknum dokter hingga ketiga kalinya oleh Tim Penyidik Kejari Kabupaten Mojokerto.

“Baru saja dikembalikan oleh Tim Penyidik Kejari Kabupaten Mojokerto. Ada beberapa yang perlu dilengkapi lagi, yakni masalah teknis. Kami tidak bisa menyampaikan, intinya berkas P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi). Belum P21 (berkas penyidik dinyatakan lengkap oleh jaksa),” jelasnya.

Sebelumnya, seorang oknum dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Mojokerto dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Dokter dengan inisial AND (60) ini dilaporkan atas dugaan persetubuhan dan pencabulan gadis dibawah umur.

Dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap korbannya, PL (15) tersebut dilaporkan pada Senin (18/11/2019). Sementara dari laporan ibu korban, aksi persetubuhan dan pencabulan tersebut terjadi pada, Senin (23/11/2019) di kamar praktek terlapor.

foto/ilustrasi

Saat itu, korban pelajar asal Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto datang ke tempat praktik terlapor di Jalan Raya Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban datang bersama seorang perempuan AR (30) warga Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal.

Sampai di tempat praktek terlapor, korban langsung diajak masuk ke kamar. Sementara AR menunggu di ruang tamu. Setelah berada di kamar, korban diajak ngobrol hingga terjadilah dugaan persetubuhan dan pencabulan.

Usai melakukan aksinya, terlapor memberikan uang sebesar Rp1,5 juta kepada korban. Saat korban keluar kamar, korban melihat terlapor juga memberikan uang sebesar Rp500 ribu kepada AR. Atas kejadian tersebut, korban merasa tidak terima melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar