Hukum & Kriminal

Lagi, 2 Traffic Light di Kota Mojokerto Terapkan Jaga Jarak

Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti turun langsung dalam pengecatan tanda jaga jarak di Jalan Majapahit Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Petugas melakukan pengecatan jaga jarak di dua Traffic Light (TL) yang ada di Kota Mojokerto yakni di Jalan Majapahit dan simpang empat Miji. Rencananya, semua TL di Kota Mojokerto akan diberi tanda jaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di persimpangan jalan.

Setiap kendaraan yang berhenti di rambu lalu lintas, diberi jarak dengan marka pembatas satu meter demi menghindari penularan virus corona. Jarak antar kendaraan tersebut dibuat untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat dengan memberi tanda warna putih.

Untuk kendaraan roda dua menempatkan sepeda motornya tepat di garis kotak yang telah dibuat petugas pada saat lampu merah menyalah. Kemudian untuk kendaraan roda empat, pada saat lampu merah harus berada di belakang kendaraan roda dua.

Sebagai pembatas, dibuat satu garis panjang di belakang untuk kendaraan roda empat agar tepat berhenti di belakang garis tersebut. Dengan adanya batas atau jarak antar kendaraan dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kasat Lantas Polresta Mojokerto, AKP Fitria Wijayanti mengatakan, sebelumnya sudah ada satu TL yakni di Jalan Pahlawan menjadi percobaan dalam menyikapi pandemi corona saat ini. “Namun ternyata alhamdulilah mendapatkan apresiasi dari pimpinan menjadi percontohan daerah-daerah lainnya,” ungkapnya, Rabu (15/7/2020).
Rencananya, lanjut Kasat, akan diperbanyak titik-titik TL lainnya di Mojokerto Kota. Sehingga, Satlantas Polresta Mojokerto bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto dan TNI bekerja sama melakukan pengecatan di titik-titik lampu merah yang belum.

“Hari ini, ada 2 titik yakni di TL Jalan Majapahit dan TL Miji. Sanksi tertulis belum ada, karena tidak ada aturan mendasar tapi itu inovasi dari kami sebagai aparatur negara khususnya Dishub yang mengawali jadi mungkin ke depannya kami akan memberikan teguran saja untuk mereka (pelanggar),” katanya.

Kasat memberikan contoh, roda empat yang berhenti di titik roda dua dihimbau untuk berhenti di titik yang sudah disiapkan. Namun menurutnya, pengguna jalan di wilayah hukum Polresta Mojokerto cukup patut untuk menerapkan protokol kesehatan di persimpangan jalan.

“Tapi alhamdulilah patut. Kalau berjaga tidak selalu ada, jam pagi dan malam, kring pagi dan kring malam ada petugasnya. Iya betul (sosialisasi) tapi tanpa sosialisasi pun, masyarakat itu sudah patuh. Nantinya, di semua titik persimpangan jalan di Kota Mojokerto akan diberlakukan jaga jarak,” jelasnya.

Kasat berharap, ada partisipasi aktif dari masyarakat khususnya di wilayah Polresta Mojokerto untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan dalam pandemi Covid-19 saat ini. Yakni dengan mematuhi kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah.

“Seperti yang kita buat ini, social distancing di lampu merah. Sehingga kami minta tolong agar dipatuhi masyarakat, dilaksanakan masyarakat karena itu juga untuk keselamatan dan kepentingan daripada masyarakat itu sendiri,” harapnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar