Hukum & Kriminal

Kurang Perhatian Bikin Napi Asimilasi Kambuh Lagi

Jember (beritajatim.com) – Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah membebaskan 216 narapidana sebagai bagian dari kebijakan asimilasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia. Para napi ini membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Kepala Lapas Kelas II A Jember Yandi Suyandi mengatakan, ada tiga hukuman yang menanti jika napi asimilasi melakukan kejahatan kembali. “Kalau memang masuk lagi ke Lapas Jember, jelas akan kami berikan (hukuman) pidana baru. Kedua, sisa (masa hukuman) pidananya ditambahkan. Ketiga, strap cell, tidak bisa lagi dibaurkan dengan tahanan atau narapidana lama,” katanya, Jumat (17/4/2020).

Yandi menilai ada faktor penyebab kambuhnya napi asimilasi. “Penyebabnya dia pulang tidak ada perhatian. Kalau pemerintah daerah memberikan perhatian (dengan) diantar (pulang) dan diberikan sangu (bekal), saya rasa dia tidak ada masalah sampai rumah. Yang repot kan kalau dia dilepas begitu saja. Akhirnya dia tidak mempunyai bekal sampai rumah,” katanya.

Selama napi menjalani hukuman, Lapas Kelas II A Jember sudah melakukan serangkaian pembinaan rutin, termasuk membekali mereka dengan pengetahuan agama. Saat ini di lapas masih ada 602 orang napi yang menjalani hukuman.

Sementara itu Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arief mengatakan, para napi asimilasi ini akan mendapat pembekalan. “Mereka di rumah kemarin yang makan ada tiga orang, kemudian datang lagi satu orang dan belum bisa bekerja beberapa hari, maka mereka harus diberikan bekal supaya tak menjadi beban bagi keluarga,’ katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar