Hukum & Kriminal

Kuota Terbatas, Warga Rela Antri Berjam-jam untuk Perpanjangan Masa Berlaku SIM

Seorang warga menunjukkan karcis antrian yang diperolehnya saat antri membuat SIM di TP 1, Surabaya, Senin (28/10/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Akibat pembatasan kuota, seratusan warga rela harus antri berjam-jam untuk memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) baru. Seperti yang terlihat di SIM Corner Tunjungan Plaza 1, Surabaya, Senin (28/10/2019). Demi memperoleh nomor urut sesuai kuota, warga terpaksa harus antri sejak pukul 06.00 WIB. Padahal, pelayanan SIM Corner baru dibuka pukul 10.00 bersamaan jam buka mall.

“Saya datang sekitar pukul 06.00 WIB dan dapat nomor urut 10. Ya demi dapat antrian, jadi saya berangkat pagi,” kata Panji, salah satu warga yang turut antri kepada beritajatim.com di emperan pintu masuk TP 1. “Katanya ada kuota terbatas, jadi ya saya mengantri sejak pagi. Biar dapat nomor urut”.

Sementara Dika Pratama (24), warga lainnya, mengaku kecewa dan terpaksa putar balik lantaran kehabisan nomor antrian. Sistem pembatasan atau kuota ini membuatnya tak bisa mengurus lebih dini sebelum masa berlaku SIM sudah habis. “Kata orang-orang yang sudah mengantri tadi sudah habis tiket antriannya. Jadi saya balik saja,” cetusnya sembari berlalu meninggalkan mall.

Sedangkan warga, mengaku tidak tahu berapa kuota yang ditentukan Satlantas Polrestabes Surabaya. Hanya saja, saat beritajatim.com mencoba menanyai warga yang mengantri, beritajatim.com mengetahui nomor urut terbesar adalah 99.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Teddy menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara detail teknis di lapangan. Hanya saja, pihaknya membenarkan jika ada antrian pembuatan SIM di TP 1 dan Gedung Siola. “Nanti akan diberikan detail teknisnya dan akan saya hubungi balik (beritajatim.com). Yang pasti memang ada antrian karena batasan kuota,” lanjutnya. (man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar