Hukum & Kriminal

Kunjungan Ditiadakan, Warga Binaan Lapas Klas IIB Mojokerto VC dengan Keluarga

Warga binaan Lapas Klas IIB Mojokerto melakukan VC dengan keluarga. (Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto meniadakan kunjungan keluarga ke warga binaan. Sebagai gantinya, Lapas Klas IIB Mojokerto menyediakan fasilitas Video Call (VC) agar warga binaan bisa berkomunikasi dengan keluarga di rumah.

Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo mengatakan, pihaknya sengaja menyediakan fasilitas VC agar ratusan narapidana tetap bisa melakukan komunikasi langsung dengan keluarga. “Fasilitas VC ini, kita sediakan sejak Kamis pekan lalu agar warga binaan bisa berkomunikasi dengan keluarga,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Masih kata Wahyu, ini menyusul kunjungan bagi keluarga warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto ditiadakan menyusul antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Lapas Klas IIB Mojokerto. Ada empat komputer untuk melayani VC bagi 744 warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto untuk berkomunikasi dengan keluarga.

“Karena untuk sementara ini belum kita ijinkan jam besuk. Ada 4 komputer yang bisa digunakan warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga, setiap warga binaan mendapatkan jatah 5-10 menit. Karena antusias untuk berkomunikasi dengan keluarga cukup tinggi sehingga kita berikan waktu,” katanya.

Mekanisme untuk melakukan VC, lanjut Wahyu, yakni dengan cara warga binaan menghubungi keluarga dengan sambungan telepon untuk menentukan jam melakukan VC. Namun jika tidak ada jawaban, maka warga binaan tersebut harus menyudahinya. Ini dilakukan karena masih banyak warga binaan yang antre.

“Cuman kalau sudah sepi dan masih ada waktu akan kami beri kesempatan lagi. Untuk melakukan VC sendiri, ada 2 shift, shift pertama pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB diperuntukkan bagi warga binaan yang ada di blok. Sementara tahanan pendamping (tamping) atau pekerja, maupun napi wanita, dan anak-anak dimulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu napi wanita Suneti (29) mengaku, senang dengan fasilitas yang diberikan Lapas Klas IIB Mojokerto. Ini lantaran, sejak masuk ke Lapas Klas IIB Mojokerto pada bulan Agustus 2019 lalu karena kasus narkoba, keluarganya tidak bisa menjenguk karena ia merupakan warga Sumedang, Jawa Barat.

“Ini pertama kalinya saya bisa komunikasi dengan keluarga di Sumedang, soalnya keluarga jauh gak pernah nemuin saya disini. Jadi bisa telepon anak-anak saya, tapi saya berharap wabah ini juga segera berlalu, keluarga saya di sana juga mudah-mudahan selalu baik” ucap napi yang mendapatkan vonis lima tahun tiga bulan ini. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar