Hukum & Kriminal

Kuli Bangunan Kepruk Kepala Majikan, Ini Alasannya

Terdakwa Imam Khusairi menjalani sidang diruang Garuda 2 PN Surabaya, secara online, Senin (22/2/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Imam Khusairi, Terdakwa kasus penganiayaan menjalani sidang lanjutan yang digelar secara online di ruang Garuda II Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (22/2/2021).

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riny NT meminta keterangan saksi korban yakni Irene Margereta (57), warga Jalan Pandegiling No 197, Surabaya. Irene memberikan keterangan secara online, sebab sampai saat ini korban masih menjalani perawatan pasca dianiaya Terdakwa secara sadis.

Saksi menerangkan bahwa Imam bekerja sebagai tukang di rumah korban, yang diambil dari informasi online jasa pekerja bangunan. Saksi menambahkan saat dirinya akan melihat rumah yang lagi dikerjakan terdakwa, tiba tiba dikepruk dengan balok yang telah diiapkan terdakwa.

“Saya tidak tahu kenapa terdakwa memukul saya dari belakang dengan kayu balok. Saya tidak tahu ada masalah apa. Setelah saya dikepruk dan disiksa, tangan dan kaki saya juga diikat. Baru tahu ternyata terdakwa mau mengambil barang barang saya. Mengambil tas milik yang di dalamnya terdapat dua HP, charger, flasdisk, buku tabungan, amplop berisi tiket pesawat, kartu ATM, dan uang tunai Rp 3 juta,” papar Irene.

Korban dipukul pada bagian tubuh belakang, seperti kepala, punggung, tulang belikat. Selain itu juga dikepruk pakai ember. Sembari menganiaya, terdakwa mengulang perkataan “bunuh..bunuh..bunuh. Mulut korban juga disumpal kain. Semua kesaksian korban di persidangan, dibenarkan terdakwa Imam Khusairi.

Sidang akan dilanjutkan Senin Pekan depan, sidang ditutup oleh majelis hakim yang memimpin persidangan. Diketahui, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riny NT, terdakwa Imam pada 13 Oktober 2020 bekerja sebagai kuli bangunan yang sedang merenovasi rumah milik korban Irene Margereta.


Susana sidang penganiayaan dengan terdakwa Imam Khusairi, di ruang Garuda 2, PN.Surabaya

Saat Irene mengecek rumahnya yang sedang direnovasi, tanpa ada perkataan apa pun Imam memukuli korban menggunakan tangan kosong di bagian tengkuk Irene sebanyak dua kali. Kemudian, korban pun terjatuh ke lantai dan berteriak minta tolong.

Karena panik, warga Jalan Jati No 9, RT 02/RW 14, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Blitar itu membungkam mulut korban menggunakan kain kerudung yang dikenakan korban. Karena masih berontak minta tolong, dengan teganya pria ini memukul lagi Irene menggunakan balok kayu hingga mengenai kepalanya. Kurang puas, Imam menekan leher dan pundak korban menggunakan batu bata.

Akibat perbuatan terdakwa, Irene mengalami sejumlah luka robek di bagian kepalanya, memar di bagian leher, pipi, dan pundaknya. Tak hanya itu, total kerugian yang dialami korban sebanyak Rp 33 juta.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam undang-undang, melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 365 ayat (2), ke-4 KUHP. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar