Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Pemilik SMA SPI Bantah Kliennya Lakukan Pelecehan Seksual

SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu.

Malang (beritajatim.com) – Pemilik SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI), Kota Batu JE dilaporkan oleh Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) bersama tiga korban dugaan kekerasan seksual ke Polda Jatim, pada Sabtu, (29/5/2021) kemarin. JE dilaporkan melakukan dugaan kekerasan seksual pada belasan siswa di SMA SPI.

Kuasa Hukum JE, Recky Bernadus Surupandy mengatakan bahwa kliennya tidak bersalah. Bahkan dia menganggap dalam pelaporan oleh Komnas PA dan tiga yang mengaku sebagai korban tidak dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat.

“Pihak yang dilaporkan juga mempunyai hak hukum untuk membuktikan ketidakbenaran. Maka terhadap adanya pelaporan tersebut harus dilengkapi dengan alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam pasal 184 ayat 1 KUHAP,” ujar Recky, Senin (31/5/2021).

Recky berharap publik menghormati kasus hukum yang berjalan agar tidak menimbulkan opini liar yang negatif. Dia menganggap laporan kepada kliennya tidak terbukti kebenaranya.

“Kami menyatakan bahwa tidak benar atau tidak terbukti kebenarannya. Kami meminta seluruh pihak khalayak luas menghormati proses hukum yang berjalan untuk tidak mengeluarkan opini atau pendapat yang menimbulkan dampak negatif,” imbuh Recky.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, Pemkot Batu belum bisa berbuat banyak. Karena belum bisa berkomunikasi dengan pihak sekolah maupun korban-korban yang diduga mengalami kekerasan seksual.

Langkah yang dilakukan adalah, melakukan komunikasi dengan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait tetapi mereka belum bisa bertemu tiga korban yang sedang dalam pendampingan. Sementara dengan pihak sekolah Pemkot masih mencoba melakukan komunikasi.

“Kami masih mencari tahu sejauh kebenarannya karena kami masih belum ketemu langsung dengan pihak sekolah, baik korban maupun pihak sekolah. Untuk SPI mungkin hari ini karena masih libur kemarin. Mereka masih dalam tugas ke luar kota. Mudah-mudahan hari ini saya bisa ketemu agar bisa berkomunikasi,” tandas Dewanti. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar