Hukum & Kriminal

Sidang Kasus Pembunuhan Bocah 4 Tahun

Kuasa Hukum Minta Hakim Jatuhkan Hukuman Terdakwa Sesuai Pasal Yang Diterapkan

Sumenep (beritajatim.com) – Kuasa Hukum bocah 4 tahun, korban pembunuhan SL, berharap agar majelis hakim menegakkan keadilan dalam proses hukum.

“Kami meminta agar kadilan benar-benar ditegakkan. Majelis hakim harus menerapkan pasal yang didakwakan pada terdakwa SL,” kata Syafrawi, kuasa hukum korban.

Pada Senin (30/08/2021) sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan bocah 4 tahun asal Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, kembali digelar di Pengadilan Negeri Sumenep. Sidang hari ini digelar dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari keluarga korban. “Ada tiga saksi yang kami hadirkan dalam persidangan. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dilakukan dengan daring,” ujarnya.

Syafrawi meminta agar majelis hakim memakai hati nurani dan fakta dalam persidangan, seperti dalam dakwaan jaksa yang menggunakan pasal 340 dan perlindungan anak. “Saya percaya dengan majelis hakim akan menerapkan pasal itu kepada terdakwa sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Pada 29 April 2021, Polres Sumenep telah menetapkan SL sebagai tersangka pelaku pembunuhan sadis Selvy Nur Indah Sari (4), warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten. Tersangka masih memiliki ikatan famili, dan tinggal tidak jauh dari rumah korban. Korban terhitung masih merupakan keponakan tersangka. Sebelum menghabisi korban, tersangka lebih dulu melucuti perhiasan emas yang dipakai korban.

Tersangka mengambil kalung, gelang, dan anting-anting korban. Tersangka kemudian menjual kalung dan gelang korban seberat 12 gram. Namun anting-anting korban belum sempat dijual.

Eksekusi yang dilakukan tersangka terhadap korban dilakukan di kamar rumah tersangka, setelah ia melucuti perhiasan korban. Korban dibawa ke rumahnya dan diajak masuk ke kamar. Tersangka mengambil kerudung hitam dan ditutupkan pada mata korban. Kemudian tersangka melakukan kekerasan pada korban.

Tersangka lalu mengambil karung warna putih di depan rumahnya, dan memasukkan korban ke dalam karung. Kemudian tersangka membawa karung berisi korban dengan naik sepeda motor, diletakkan di depan jok.

Tersangka kemudian berhenti di pinggir jalan raya Dusun Pandan Desa Ambunten Tengah. Selanjutnya karung yang berisi korban tersebut, diangkat pelan-pelan dan dibuang ke dalam sumur tua di pinggir pantai Dusun Pandan Desa Ambunten Tengah.

Mayat korban baru ditemukan 3 hari setelah kejadian, Rabu (21/08/2021). Korban ditemukan oleh warga yang melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang pada Minggu (18/04/2021). (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar