Hukum & Kriminal

Kronologi Kasus Anak ‘Usir’ Bapak, Versi Kuasa Hukum Penggugat

Samanhudi (kuasa hukum Sudjono/anak yang menggugat ayahnya).

Kediri (beritajatim.com) – Samanhudi, selaku kuasa hukum Sudjono, anak kandung yang menggugat ayahnya hingga berujung eksekusi rumah di Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menyatakan, kliennya terlebih digugat dahulu dalam perkara sengketa kepemilikan lahan seluas 6.000 meter persegi itu.

“Ini bukan masalah kemanusiaan, tetapi ini masalah penegakan hukum. Sehingga eksekusi kemarin itu karena sudah ada keputusan yang incraht. Saya tidak berhak mengomentari konflik itu, tetapi ada diskresi yang sangat menyakitkan antar anak dan bapak,” jelas Samanhudi ditemui di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Kamis (29/8/2019).

Mantan Komisioner KPU Kota Kediri ini membeberkan perjalanan kasus sengketa kepemilikan obyek tanah antara kliennya dengan sang ayah Yantoro (80).  Sebenarnya Sudjono terlebih dahulu digugat di Pengadilan Negeri Kota Kediri, empat tahun silam.

“Awalnya kita digugat. Di tingkat pertama, mereka kalah. Kemudian banding juga kalah, hingga tingkat kasasi ada yang dikonversinya dikalahkan. Sehingga terjadi eksekusi yang kita ajukan di pengadilan kemarin,” beber Samanhudi.

Pada tingkat Mahkamah Agung (MA), imbuh Samanhudi, Yantoro menang dalam hal perlindungan orang tua. Tetapi dalam rekonvensi atau gugatan balik, hak kepemilikan obyek sengketa adalah di tangan sang anak Sudjono berdasarkan enam sertifikat yang dikantonginya.

“Supaya dibaca dengan lengkap. Bahwa tanah dengan 6 serifikat tersebut milik tergugat rekonvensi (Sudjono). Itu kenapa kita mengajukan gugatan eksekusi. Tetapi kalau mereka memang balik menggugat, silakan nanti diadu saja, kalau kalah, ya silakan dieksekusi lagi,” jlentreh Samanhudi.

Hari ini, Samanhudi menghadiri persidangan terhadap kasus gugatan baru yang diajukan oleh Yantoro di PN Kabupaten Kediri. Sang ayah menggugat balik anak kandungnya, usai pelaksanaan eksekusi, pada Rabu (27/8/2019) lalu. Saat ini, persidangan baru memasuki tahap mediasi.

Terpisah, Bambang, selaku kuasa hukum Yantoro mengatakan, gugatan yang diajukan ke PN Kabupaten Kediri ini tentang sengketa hak milik. Pihaknya menggugat enam bidang tanah yang sudah dieksekusi oleh PN Kabupaten Kediri.

“Bahwa tanah yang sudah dieksekusi itu yang membeli pak Yantoro. Selain anaknya yaitu, Sudjono, yang kita gugat adalah si penjualnya. Tetapi sayangnya tidak hadir dalam sidang ini,” ungkap Bambang.

Bambang mengakui, apabila sertifikat enam bidang tanah yang sudah ditempati Yantoro selama 25 tahun itu atas nama Sudjono, anak sulungnya. Tetapi, pihaknya memiliki sebuah bukti surat keterangan dari pemilik lahan bahwa tanah itu dibeli oleh Yantoro.

“Berdasarkan keterangan yang ada, surat pernyataan dari pihak penjual, dia menyatakan yang membeli itu Yantoro. Berdasarkan modal dari itu, kita berani mengajukan gugatan, walaupun sudah ada seritifikat atas nama Sudjono, saya minta supaya sertifikat itu tidak mempunyai kekuatan hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, konflik antara bapak dan anak di Kabupaten Kediri berujung pada eksekusi sebuah rumah sekaligus gudang penyimpanan truk di Dusun Kolak, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Rumah tersebut selama ditempati oleh Yantoro (80), tetapi digugat oleh anak kandungnya Sudjono. [nng/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar