Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Mantan Sekda Kota Malang sebagai Tersangka

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Daerah Kota Malang 2014 2016 Cipto Wiyono menjadi tersangka baru dalam pengembangan Kasus Suap Pembahasan APBD Pemerintah Kota Malang TA 2015.

Cipto diduga bersama-sama H. Moch. Anton selaku Wallkota Malang periode tahun 2013 s.d 2018 dan Jarot Edy Sulistivono memberi hadiah atau janji terkait Pembahasan APBD P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015 kepada Moch Arief Wicaksono selaku Ketua DPRD Kota Malang Periode 2014 – 2019 dan kawan-kawan.

“Setelah mencermati fakta fakta yang berkembang di penyidikan dan persidangan tersebut berdasarkan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan dengan tersangka CWI (Cipto Wiyono) Sekretaris Daerah Kota Malang 2014 – 2016,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (9/4/2019).

Atas dugaan tersebut, lanjut Febri, Cipto disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pldana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Febri menambahkan, perkara ini berawal dari penetapan 3 tersangka pada 3 Agustus 2017, yaitu M. Arief wicaksono, Ketua DPRD Kota Malang, Edy Sulistiyono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan, dan Hendrawan Maruszama, Komlsaris PT. Enfys Nusantara Karya. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar