Hukum & Kriminal

KPK Tetapkan Dua Jaksa Sebagai Tersangka

Gedung KPK: Foto/dokumen

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua Jaksa sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait lelang Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta TA 2019. Mereka adalah Eka Safitra (ESF) Jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta, anggota Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah, dan Pembangunan (TP4D) dan Satriawan Sulaksono (SSL) Jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta.

“Sebagai pihak yang diduga penerima, ESF dan SSL disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Selasa (20/8/2019).

Sementara Direktur Utama PT. Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan Ana (GYA) menjadi tersangka pemberi suap. Sebagai pihak yang diduga pemberi suap Gabriella disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf
a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Alexander juga menyampaikan, dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK sempat mengamankan 5 orang di Yogyakarta dan Solo. Selain para tersangka, KPK juga mengamankan, Baskoro Ariwibowo (Anggota Badan Layanan Pengadaan,  Anggota Pokja Lelang Pengadaan Rehabilitasi Saluran Air Hujan Jalan Supomo), Aki Lukman Nor Hakim (Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Yogyakarta), dan Novi Hartono (Direktur PT. Manira Arta Mandiri). [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar