Hukum & Kriminal

KPK RI Mangkir, Sidang Gugatan PI Blok Cepu Kembali Ditunda

Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Isdarianto.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sidang gugatan pembagian Participating Interest (PI) Blok Cepu kembali ditunda. Penundaan dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro karena satu turut tergugat tidak hadir dalam persidangan. Satu turut tergugat yang tidak hadir adalah Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Selasa (25/8/2020).

Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro Isdarianto mengatakan, sidang dengan agenda menghadirkan para tergugat ini sudah kali kedua digelar. Sidang pertama ditunda karena tergugat yang hadir hanya perwakilan Bupati Bojonegoro. Sidang kedua, yang digelar hari ini dari semua tergugat, mulai Kuasa Pemkab Bojonegoro, PT Asri Darma Sejahtra (ADS), PT Surya Energi Raya (SER), turut tergugat DPRD Bojonegoro hadir.

“KPK RI yang tidak hadir dalam persidangan kali ini, sehingga sidang kita tunda untuk tiga minggu ke depan, Selasa, 15 September 2020 mendatang sebagai panggilan terakhir,” ujar Isdarianto usai persidangan.

Setelah penundaan ketiga ini, lanjut Isdarianto, jika tergugat tidak hadir maka sidang akan tetap dilanjutkan. Sedangkan tergugat yang tidak hadir dianggap telah melepaskan haknya untuk mepertahankan diri di pengadilan. Sementara, ketidakhadiran KPK RI dalam persidangan ini juga tidak ada konfirmasi. “Tidak ada konfirmasi dari KPK RI tidak hadir di persidangan,” kata Isdarianto.

Sementara penggugat, Agus Susanto Rismanto mengatakan, pihaknya juga tidak mengerti alasan KPK RI tidak menghadiri sidang gugatan hari ini. Pihaknya menyayangkan ketidakhadiran lembaga anti rasuah itu tidak hadir. “Tidak tahu kenapa tidak hadir, apakah surat panggilan yang belum sampai atau bagaimana. Seharusnya KPK memberi contoh yang baik,” punkasnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar