Hukum & Kriminal

KPK Periksa Ketua KPU Arief Budiman

Gedung KPK: Foto/dokumen
Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024. Dia diperiksa bersama komisioner KPU lainnya Viryan Aziz dalam kasus yang sama.
Plt Juru Bicara KPK mengatakan, selain komisioner KPU, penyidik juga memanggil Kabiro Teknis KPU Nur Syarifah, Kabag Umum KPU Yayu Yulian, Kabag Pemungutan Perhitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu KPU Andi Bagus Makawaru dan Bagian Legal VIP Money Charger Carolina. 
 
“Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful, red),” kata Ali, Selasa (28/1/2020).
Seperti diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE) sebagai sebagai tersangka terkait penetapan anggota DPR RI periode 2019-2024. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka bersama Agustiani Tio Fridelina (ATF) yang merupakan Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.
Adapun tersangka pemberi suap yakni Harun Masiku (HAR) dan Saeful (SAE) yang nerupakan pihak swasta. Lili menambahkan, penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun  2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sedangkan sebagai pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
KPK meminta tersangka HAR segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif. (hen/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar