Hukum & Kriminal

KPK Kembali Sita Aset Mantan Bupati Mojokerto

Aset milik mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset milik mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP). Jika sebelumnya lembaga anti rasuah menyita enam bidang tanah di Kecamatan Gedeg dan Gondang, kali ini melakukan penyitaan aset di Kecamatan Gondang.

Informasi dari sumber terpercaya sekitar pukul 16.05 WIB, tim penyidik KPK sudah melakukan penyitaan lereng di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto dengan sembilan Sertifikat Hak Milik (SHM). ‘Iya cuman satu lokasi hari ini, di lereng Kecamatan Gondang, cuman satu lereng tanah tapi ada 9 SHM,” ungkap sumber, Kamis (12/3/2020).

Hal tersebut dibenarkan, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Administrasi dan Pengelolaan, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Mojokerto, Budi Haryono. Tin penyidik KPK kembali melakukan penyitaan terhadap aset mantan Bupati Mojokerto dua periode yang tersandung kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tersebut.

“Ya, bari ini memang benar KPK menyita aset MKP, bilangnya 9 titik di wilayah Mojokerto. Cuman saya masih tidak tahu lokasinya dimana saja, karena surat penitipan belum diserahkan. Tadi KPK minta satu pegawai kami untuk mendampingi penyitaan aset MKP,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ikfina Fahmawati, istri mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bakal Calon Bupati (Bacalon) Mojokerto ini menepis kedatangannya dalam rangka memenuhi pemeriksaan KPK.

Namun, Bakal Calon Bupati (Bacalon) Mojokerto 2020-2025 ini menepis kedatangan pada, Rabu (11/3/2020) kemarin ke lantai II Aula Wira Pratama Polresta Mojokerto untuk memenuhi panggilan tim penyidik KPK. Namun kedatangannya ke ruang penyidikan KPK tersebut keinginannya sendiri.

“Plisss deh, ndak terkait apa-apa. Nggak (uang yang diblokir KPK). Pingin ketemu saja dengan beliau-beliau. Bukan pemeriksaan, bukan konfirmasi. Saya minta waktu beliau. Terkait tugas-tugas beliau. Makasih ya, ngapunten ya. Kayak orang penting saja aku,” tegasnya.

Di awal tahun 2020 ini, tim penyidik KPK datang empat kali ke Mojokerto. Kedatangan tim penyidik KPK pertama selama satu minggu di Polresta Mojokerto pada tanggal 21 Januari 2020 lalu. Kali kedua, tim penyidik KPK kembali datang pada tanggal 18 Februari 2020.

Tim penyidik KPK datang ketiga kalinya pada tanggal 26 Februari 2020 dan pertengahan bulan Maret 2020 ini. Tim penyidik KPK memanggil Bupati Mojokerto, pejabat Pemkab Mojokerto, Kades, sejumlah anggota keluarga yang juga berada dalam manajemen CV Musika, bahkan pihak swasta.

Tim penyidik KPK menyita empat bidang tanah milik MKP di Dusun Kemantren Wetan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dan dua bidang tanah di lokasi pabrik pemecah batu CV Musika Dusun Tlasi, Desa Karangjeruk, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (27/2/2020).

MKP disangkakan melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. MKP dinyatakan bersalah dalam kasus gratifikasi pembangunan menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama Group dan PT Protelindo di Mojokerto.

MKP terbukti menerima hadiah gratifikasi sebesar Rp2,750 miliar. Dalam sidang vonis pada, Senin (21/1/2019) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan hukuman 8 tahun kurungan penjara. MKP juga didenda sebesar Rp500 juta subsider kurungan selama 4 bulan, serta harus mengembalikan uang suap sebesar Rp2,750 miliar.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar