Hukum & Kriminal

KPK Geledah Rumah Jabatan Menteri Kelautan

Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait penyidikan dugaan korupsi terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Kali ini rumah jabatan (mantan) Menteri Kelautan dan Perikananan Edhy Prabowo yang menjadi sasaran penggeledahan penyidik KPK.

“Benar, saat ini penyidik KPK sedang melakukan kegiatan penggeledahan di rumah jabatan menteri KKP,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (2/12/2020).

Dia menambahkan, saat ini kegiatan dimaksud masih berlangsung. Ali tidak menjelaskan lebih rinci terkait penggeledahan tersebut. Termasuk apa saja yang diamankan dalam penggeledahan tersebut. “Perkembangannya akan kami infokan lebih lanjut,” kata Ali.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah di beberapa ruangan di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menemukan sejumlah uang dan bukti elektronik.

Penggeledahan dilakukan sejak Jumat (27/11/2020) pukul 10.45 sampai dengan Sabtu sekitar pukul 03.00 wib. Dalam penggeledahan tersebut penyidik berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang berupa uang tunai dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing.

Disamping itu penyidik juga menemukan beberapa dokumen dan barang bukti elektronik terkait dengan perkara dugaan suap yang diterima oleh tersangka mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo. Penyidik akan melakukan analisa terhadap uang dan barang yang ditemukan dalam kegiatan penggeledahan tersebut selanjutnya akan dilakukan penyitaan.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Edhy sebagai tersangka bersama enam orang lainnya. Yakni Stafsus Menteri KKP yang juga selaku Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), staf khusus Menteri juga selaku Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), Pengurus PT ACK Siswadi (SWD), selaku staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin. Mereka merupakan tersangka sebagai pihak penerima. Adapun pihak pemberi Suharjito (SJT) selaku Direktur PT DPP. (hen/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar