Hukum & Kriminal

KPK Geledah Ruang Ketua DPRD Tulungagung

KPK Menggeledah Ruang Ketua DPRD dan Sekwan Tulungagung.

Tulungagung (beritajatim.com) – Kasus suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018, yang telah menyeret mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono terus berlanjut. Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi Gedung DPRD Tulungagung, Senin (17/2/2020).

Kedatangan Tim Anti Rasuah tersebut untuk melakukan penggeledahan ruang kerja Ketua DPRD dan Sekretaris Dewan (Sekwan). Mereka tiba di lokasi, sekitar pukul 12.30 WIB. Selanjutnya, proses penggeledahan baru selesai sekitar pukul 17.51 WIB.

Dari pantauan di lokasi, Tim KPK datang menaiki empat mobil kijan inova warna htam. Masing-masing, ada tiga orang personil di dalam kendaraan tersebut. Mereka kemudian masuk ke ruang kerja Ketua DPRD dan Sekwan untuk menjalankan tugasnya.

Setelah penggeledahan rampung, Tim KPK keluar dengan membawa empat buah koper berwarna hitam, dan satu koper berwana kuning, serta dua kardus air mineral. Tidak ada penjelasan dari KPK tentang aktivitas di Gedung DPRD Tulungagung ini. Namun, dipastikan berkaitan dengan kasus dugaan suap APBD dan APBD-P Tahun Anggaran 2015-2018.

Sekretaris Dewan Tulungagung, Budi Fatahilah Mansyur enggan berkomentar banyak terkait kedatangan KPK di Tulungagung yang menggeledah ruang kerja ketua DPRD dan ruangan kerjanya. “Saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci lagi karena ini bukan wewenang saya. Ini merupakan wewenang KPK,” ujar Budi.

Sebelumnya, dua orang pejabat di Tulungagung telah dipanggil KPK untuk diperiksa. Mereka adalah Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dan Sekertaris DPRD Budi Fatahillah. Keduanya diperiksa terkait kasus korupsi yang menjadikan mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, sebagai tersangka. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar