Hukum & Kriminal

KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Bupati Probolinggo dan Suami

KPK Jelaskan Kronologi Penangkapan Bupati Probolinggo

Jakarta (beritajatim.com)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan awalnya mengamankan 10 orang dalam operasi tangkap tangan dugaan korupsi terkait seleksi jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

Operasi tangkap tangan digelar ada hari Senin tanggal 30 Agustus 2021 sekitar jam 04.00 Wib di beberapa tempat di wilayah Probolinggo, Jawa Timur.

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, ke-10 orang yang diamankan adalah PTS (Puput Tantriana Sari), Bupati Probolinggo Periode periode 2013-2018 dan periode 2019-2024;
HA (Hasan Aminuddin), anggota DPR RI periode 2014-2019 dan periode  2019-2024 serta pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo periode 2003-2008 dan periode 2008-2013; DK (Doddy Kurniawan), ASN (Camat Camat Krejengan), SO (Sumarto), ASN (Pejabat Kades Karangren); PR (Ponirin), ASN (Camat Kraksaan); IS (Imam Syafi’i), ASN (Camat Banyuayar); MR (Muhamad Ridwan), ASN (Camat Paiton); HT (Hary Tjahjono), ASN (Camat Gading); PJK (Pitra Jaya Kusuma) Ajudan; dan  FR (Faisal Rahman) Ajudan.

Menurut Alexander, pada Minggu tanggal 29 Agustus 2021, Tim KPK menerima informasi dari masyarakat  akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara yang diduga telah disiapkan dan diberikan oleh DK (Doddy Kurniawan) Camat Krejengan bersama dengan SO (Sumarto). Sebelumnya DK dan SO telah menyepakati dan menyiapkan proposal usulan nama-nama  calon Pejabat Kepala Desa serta sejumlah uang untuk diserahkan kepada HA (Hasan Aminuddin) yang merupakan suami sekaligus orang kepercayaan dari PTS (Puput Tantriana Sari) untuk dilakukan seleksi dan membubuhkan paraf sebagai tanda bukti persetujuan mewakili PTS.

Saat diamankan oleh Tim KPK, lanjut Alexander, DK dan SO membawa uang sejumlah Rp240 juta dan proposal usulan nama untuk menjadi Pejabat Kepala Desa yang diduga berasal dari para ASN di Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang menginginkan posisi untuk menjabat Kepala Desa di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo sedangkan MR turut  diamankan bersama uang sejumlah Rp112.500.000,- dirumah kediaman pribadinya di wilayah Curug Ginting, Kecamatan Kanigarang, Probolinggo.

“Selanjutnya, Senin tanggal 30 Agustus 2021, Tim KPK bergerak dan mengamankan HA, PRT, PJK dan FR di salah satu rumah yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Probolinggo,” ujar Alexander.

Dia menambahkan, semua pihak yang diamankan tersebut dibawa ke Polda Jawa Timur untuk dilakukan permintaan keterangan dan selanjutnya dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Adapun barang bukti, yang saat ini telah diamankan, diantaranya berbagai dokumen dan uang sejumlah Rp362.500.000,00,” ujarnya. (hen/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar