Hukum & Kriminal

Korupsi, Inspektur Inspektorat Bojonegoro Dituntut 7 Tahun

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menuntut Inspektur Inspektorat Bojonegoro Syamsul Hadi dengan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan mengatakan tuntutan JPU sesuai dengan dakwaan primer, terdakwa diduga telah melanggar unsur Pasal 2 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Terdakwa telah menyalahgunakan kewenangannya sejak 2015-2017 dengan cara menambah dan menerapkan biaya tugas inspektur tanpa mengacu standar biaya umum,” ujarnya, Jumat (1/11/2019).

Menurut Fauzan, sebagai pimpinan terdakwa melakukan penyimpangan dalam penyusunan anggaran belanja biaya khusus pemeriksaan atau pengawasan pada rencana kerja anggaran (RKA) Inspektorat Bojonegoro 2015-2017 dengan tidak mengacu pada Standar Biaya Umum (SBU).

“Sistem Umum maksudnya menggunakan sistem Perjalanan Dinas, kalau sehari, ya cukup di bayar sehari walaupun ada tiga kegiatan,” jelasnya.

Karena, Fauzan menegaskan, honornya dibayar menggunakan Sistem Umum yaitu seperti digunakan SKPD yang ada di Pemkab Bojonegoro, tidak boleh kalau ketentuannya Sistem Umum di alihkan ke Sistem Khusus seperti yang dilakukan Inspektorat.

“Sehingga hal tersebut bertentangan dengan Pasal 39 ayat 2 Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,” jelasnya.

Sementara diketahui, Syamsul Hadi diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal oleh Inspektorat Bojonegoro tahun anggaran 2015 – 2017 sebesar Rp 1,7 Miliar lebih. Dari total Rp1,7 Miliar lebih itu, juga dinikmati oleh beberapa stafnya.

Sedangkan beberapa stafnya yang juga menikmati sudah mengembalikan uang negara. Sedangkan total anggaran negara yang dinikmati pribadi oleh tersangka sebesar kurang lebih Rp 500 juta. Diketahui, sidang perkara korupsi dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar