Hukum & Kriminal

Korupsi DD Mantan Kades Sumberwuluh Menjadi Perhatian Polresta Mojokerto

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi merilis mantan Kades Sumberwuluh di halaman Mapolresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Polresta Mojokerto menggelar Konferensi Pers Anev Kamtibmas tahun 2020 di halaman Mapolres Mojokerto. Dari 191 tindak pidana yang ditanggani Satreskrim, kasus korupsi mantan Kepala Desa (Kades) di wilayah Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian.

Mantan Kades Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto tersebut melakukan tindakan pidana korupsi anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp297 juta. Tindak pidana korupsi dilakukan tersangka pada tahun 2017 lalu yakni saat tersangka menjabat sebagai Kades.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, tahun 2020 ada 191 tindak pidana yang ditanggani Satreskrim Polresta Mojokerto. “Jumlah ini menurun dibanding tahun 2019 yakni sebanyak 267 kasus. Dengan penyelesaian sebanyak 116 kasus atau 60,2 persen,” ungkapnya, Selasa (29/12/2020).

Tindak pidana yang ditanggani Satreskrim Polresta Mojokerto di tahun 2020 tersebut, didominasi kejahatan penipuan sebanyak 51 kasus, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 17 kasus, pencurian dengan pemberatan sebanyak sembilan kasus dan pencurian biasa sebanyak 23 kasus.

“Yang menjadi perhatian ungkap kasus korupsi DD Sumberwuluh Kecamatan Dawarblandong tahun 2017, dengan kerugian negara sebesar Rp297 juta. Tsk adalah R sebagai Kades saat itu dan uang hasil korupsi tersebut digunakan untuk judi,” katanya.

Sementara itu, tersangka R mengaku, jika aksi tersebut ia lakukan saat menjabat sebagai Kades Sumberwuluh di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada tahun 2017 lalu. “Uang di bank diambil bendahara Desa dan saya minta,” ucapnya singkat.

Selain kasus yang ditanggani Satreskrim, Kapolresta menjelaskan terkait kasus yang ditanggani Satnarkoba Polresta Mojokerto. Ada peningkatan kasus narkoba di tahun 2020, yakni dari 72 kasus di tahun 2019 naik menjadi 95 kasus atau mengalami kenaikan sebanyak 23 kasus.

“Dengan jumlah tersangka yang diamankan Satnarkoba sebanyak 146 tersangka dan polsek jajaran sebanyak 31 tersangka atau total sebanyak 177 tersangka. Di hadapan kita ini, ada 28 tersangka narkoba dan 12 tersangka reskim menunggu tahap dua berkas dan barang bukti,” jelasnya.

Sementara kasus kecelakaan yang ditanggani Satlantas Polresta Mojokerto di tahun 2020 sebanyak 377 kasus atau menurun dibanding tahun 2019 lalu. Yakni sebanyak 462 kasus. Kerugian akibat kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa sebanyak 56 orang, luka berat empat orang, luka ringan 375 orang dan materiil Rp136.400.000.

“Operasi miras yang dilakukan Sabhara di tahun 2020 berhasil menyita sebanyak 1.790 botol berbagai merk. Ini nantinya akan musnahkan bernama forpimda. Penindakan ini sesuai Perda kota Mojokerto yang diperoleh di penjual eceran,” urainya.

Modus penjualan minuman keras (miras) di wilayah hukum Polresta Mojokerto, lanjut Kapolresta, ada secara online dan face to face dengan pembeli. Sementara untuk kegiatan masyarakat, ada aksi unjuk rasa 11 kegiatan yang jumlah tersebut meningkat dari tahun 2019 lalu.

“Tahun lalu ada 8 kegiatan, sementara 2020 ada sebanyak 11 kegiatan. Mulai dari kenaikan upah, omnibus law. Dari 11 kegiatan masyarakat tersebut, beruntung tidak ada permasalahan yang menimbulkan konflik dengan aparat,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar