Hukum & Kriminal

Korban Penipuan dan Penggelapan Oknum Perangkat Desa di Kediri Terus Bertambah

Kediri (beritajatim.com) – Korban penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan HDC, oknum perangkat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri terus bertambah. Kali ini bernama Achmad Tri Budi Santoso (26) warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Kepada sejumlah wartawan, Achmad Tri Budi Santoso menunjukkan bukti laporan polisi Nomor: K/LP/24/1/RES 1.11/2020, tertanggal 27/1/2020. Ini merupakan laporan keempat yang dilakukan oleh warga terhadap HDC ke pihak kepolisian dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Sandro S.H., M.H. Kuasa Hukum Ahmad Tri Budi Santoso menjelaskan bahwa laporan ke Polres Kediri ini terkait penipuan dan penggelapan satu unit mobil Daihatsu Sigra Nopol AG 1488 FC milik pelapor.

Menurut Sandro, awalnya pada Mei 2019, mobil milik pelapor itu disewa selama 1 minggu oleh terlapor Hendra Dwi Cahyono yang katanya untuk keperluan operasional proyek. Pelapor dijanjikan uang sewa per hari sebesar Rp 500 ribu.

“Tapi setelah 1 minggu berlalu, ternyata uang sewa tidak dibayar dan mobilnya-pun juga tidak dikembalikan. Klien kami sudah menghubungi berkali-kali saudara HDC (Hendra Dwi Cahyono, Red), tapi hanya dijanji-janji dan tidak ada kepastian,” kata Sandro didampingi anggota Tim Kuasa Hukum lain, Yunita Rafika Sari, S.H, Selasa (28/1/2020).

Masih menurut Sandro, dari sejak kesepakatan sewa awal Mei 2019 sampai sekarang uang sewa mobil belum dibayar dan mobilnya juga tidak dikembalikan. “Karena sudah tidak ada itikad baik dari Pak HDC, maka kasus ini terpaksa dilaporkan Polres Kediri,” terang Sandro.

Sementara itu, Hendra Dwi Cahyono membantah semua tuduhan tersebut. Pihaknya mengaku akan melaporkan balik. “Semua itu tidak benar mas. Nanti akan saya laporkan balik,” jawab Hendra melalui sambungan telepon. Sementara itu, ketika didatangi Kantor Desa Pesing, tempat dimana Hendra bekerja, ternyata yang bersangkutan tidak ada.

“Sudah beberapa hari ini Pak Carik (Sekretatis Desa Pesing) tidak masuk kantor. Kami juga kurang tahu di mana beliau berada,” kata staf Kantor Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri yang tidak bersedia disebut namanya saat dikonfirmasi. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar