Hukum & Kriminal

Korban Penipuan Apartemen Datangi Polrestabes Surabaya

Pengacara korban terduga penipuan yang merugikan sejumlah warga dengan total kerugian sekitar Rp 5,5 Miliar datangi Mapolrestabes Surabaya, Senin (2/3/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Para korban kasus dugaan penipuan dan penggelapan Apartemen The Frontage A Yani, Surabaya mendatangi Polrestabes Surabaya, Senin (2/3/2020).

Para korban ini mempertanyakan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah karena pengembang tak memberikan kejelasan pembangunan.

Dimas Yemahura Alfaruq pengacara para korban penipuan ini menjelaskan, awalnya kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolda Jatim. Hanya saja Polda Jatim melimpahkan kasus pidana ini ke Polrestabes Surabaya.

“Kita datang untuk meminta sejauh mana perkembangan laporan yang kita buat. Sebab laporan kami sejak 14 Februari 2019 lalu kok sampai sekarang belum jelas. Kita tanya ke petugas apa sulitnya pengungkapan kasus ini hingga setahun belum ada tindak lanjut,” ucapnya.

Sementara itu empat orang pembeli properti melaporkan pelaku ke polisi dikarenakan diduga menggelapkan uang dan atau melakukan penipuan jual beli properti. Dimas juga menjelaskan, pasca pertemuan dengan para penyidik, dirinya mengaku bahwa polisi kesulitan mengungkap kasus yang dilaporkannya ini.

“Intinya kami kemari untuk menanyakan perkembangan laporan kami. Tadi sudah ditemui oleh Kanit Harda dan saat ini masib dalam proses penyelidikan. Hasil pertemuan itu polisi masih kesulitan menentukan tindak pidana atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT Trikarya Graha Utama (TGU) selaku developer apartemen tersebut,” paparnya.

Lebih lanjut Dimas menjelaskan, melihat keluhan susahnya pengungkapan kasus pelapiran tersebut polisi membutuhkan saksi ahli. Saksi ahli ini diharapkan nantinya bisa membuat laporan kliennya ini gamblang apakah masuk sebagai penipuan, penggelapan atau bukan sebuah perkara kriminal.

Meski Dimas berharap agar kasus tersebut menemui titik terang dan kepastian hukum terutama bagi para korban. Dari empat konsumen yang memberikan kuasa kepadanya, total kerugian yang diderita mencapai 5,5 Milyar Rupiah.

“Kerugiannya sekitar Rp 5,5 Miliar, kalau untuk total semua konsumen atau user bisa mencapai Rp 150 Miliaran. Hatapan kami agar polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut agar kami para korban bisa tahu dan harapannya uang kami bisa kembali,” sebutnya.

Perlu diketahui kasus Apartemen The Frontage A Yani itu mencuat setelah para korban merasa ditipu lantaran serah terima kunci yang dijanjikan oleh pihak pengembang tak juga terealisasi.

Para konsumen tertarik membeli apartemen tersebut karena pihak PT TGU menjanjikan investasi berupa kondotel yang mulai dibangun pada 2016 dan akan serah terima kunci pada 2017-2018.

Faktanya, sampai saat ini, progres pembangunan apartemen yang berlokasi di selatan Jatim Expo Surabaya itu mangkrak. Usut punya usut diduga para konsumen terkena tipu oleh pengembang atau depeloper.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar