Hukum & Kriminal

Korban Pembunuhan Bule Belanda Pernah Ditangkap Polisi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Nur Hofiani alias NH, korban meninggal di rumah bule Belanda di Lingkungan/ Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro pernah menjadi terlapor di Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Korban saat itu dilaporkan oleh HT, bule Belanda yang kini menjadi terduga pembunuh wanita itu.

Saat itu HT alias Abdullah (56), mengaku menjadi korban pencurian. Dalam laporannya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, bule itu mengaku bila pelaku pencurian itu adalah istrinya yang kini ditahan polisi.

Namun belakangan, laporan itu tak kuat bukti. Sehingga wanita yang tersebut dibebaskan.

“Ya dulu kan sempat ditahan, tapi karena tidak kuat buktinya ya kita lepaskan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP M. Solihin Fery, Senin (23/12/2019).

Merunut dari riwayat tersebut, antara korban dan bule Belanda memang ada kedekatan. Bahkan, ada yang menyebut keduanya adalah sepasang suami istri.

“Ya dulu pernah menikah, tapi kayaknya sudah berpisah. Wanita ini punya tiga anak. Dua anak bawaan wanita, dan satu anak lelaki hasil hubungan dari bule itu,” kata Rofiq tetangga korban di Citarum, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi Kota saat ditemui di Kamar Mayat, RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Setelah berpisah, NH, kata Rofiq, menempati Rusunawa di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro bersama dua anaknya. Dia sehari-hari usaha makanan dan kue.

“Kemarin sore usai Maghrib, dia itu masih menitipkan makanan nasi bungkus ke warung saya, ya nggak bilang apa-apa langsung pergi. Karena memang sudah biasa ya,” ungkapnya. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar