Hukum & Kriminal

Korban Pelecehan Fetish Bungkus Jarik Pocong Dapat Pendampingan Psikologi

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus pelecehan seksual dengan modus fetish kain jarik yang dilakukan mahasiswa Unair yang viral di media sosial menelan banyak korban. Namun disinyalir para korban tersebut enggan untuk melapor karena takut.

Untuk itu, Polda Jatim terus menghimbau agar korban tak usah takut melapor. Polisi menjamin akan melindungi dan merahasiakan identitas korban.

“Ini merupakan tindak lanjut dari pembukaan posko yang kemarin, jadi kita akan memberikan perlindungan pada saksi dan juga pendampingan psikolog. Sehingga kerahasiaan tetap terjaga,” ujar  Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko, Selasa (4/8/2020).

Truno menyebut, sejauh ini belum ada korban yang melapor ke posko Polda Jatim kendati sebelumnya tersiar kabar bahwa Unair sudah menerima pengaduan sebanyak 15 orang.

Selain itu lanjut Truno, tim Cyber Kriminal Khusus Polda Jatim juga sudah melakukan penelusuran terhadap akun yang memposting kasus ini.

Terhadap pelaku G, Truno menyebut bahwa pihak kepolisian tidak bisa memproses kasus ini kalau tidak ada korban yang melapor karena kasus ini sifatnya adalah delik aduan. [uci/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar