Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Korban KDRT Kediri Minta Majelis Hakim Hukum Setimpal Suaminya

Kediri (beritajatim.com) – Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sundari, warga Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri berharap suaminya Agus Arifin mendapat hukuman setimpal.

Ibu tiga anak itu meminta manjelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri segera menjatuhkan vonis kepada terdakwa.

Sundari mengatakan, saat ini ia bersama anak-anak berharap kasus KDRT yang dilakukan suaminya di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Begitu juga dengan proses perceraian yang sedang berjalan di Pengadilan Agama.

“Saya sebenarnya ingin proses ini segera selesai dan suami bisa menerima hukumannya. Selama ini suami saya tidak menafkahi anak-anak selama 7 tahun. Baik kehidupan sehari2, pendidikan dan kesehatan,” keluh Sundari di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, pada Selasa sore (17/5/2022) kemarin.

Sundari yang sudah menunggu sidang selama 5 jam harus menahan diri. Sebab, majelis hakim akhirnya menunda sidang dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu.

“Tadi sidangnya masih tunda karena Majelis Hakim tidak ada. Saya berharap sidang kedepan tidak ditunda lagi dan suami saya dituntut seberat-beratnya setimpal atas perilakunya,” ujarnya.

Sidang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Sundari bersama penasihat hukumnya sudah menunggu selama kurang lebih 5 jam. Namun, sidang ditunda secara mendadak.

Peristiwa KDRT tersebut terjadi di rumah korban, pada akhir Desember 2021. Sekitar pukul 18.00 WIB korban yang berada di depan rumah sedang menerima telp dari kakaknya.

Tanpa sebab yang jelas tiba-tiba tersangka menghampiri korban. Tersangka yang emosi langsung berusaha merebut ponsel istrinya dan melakukan pemukulan.

Diketahui perilaku emosian suaminya itu terjadi sejak ketahuan selingkuh dengan Wanita Idaman Lain (WIL). Bahkan, sejak saat itu tersangka juga sudah tidak pernah memberi nafkah istri dan anaknya

Sundari kemudian melaporkan suaminya Agus Arifin ke Polres Kediri pada Januari 2022 kemarin. Dia dilaporkan atas dua perkara. Laporan pertama perkara KDRT dan laporan kedua perkara penelantaran anak. [nm/ted].


Apa Reaksi Anda?

Komentar