Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Korban Investasi Bodong di Probolinggo Berikan Kuasa Hukum ke LAKRI

Probolinggo (beritajatim.com) – Para korban investasi bodong via platform aplikasi dengan nama GIC saat ini telah memberikan kuasa kepada LBH Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) untuk mengawal hingga tuntas kasus penipuan melalui aplikasi tersebut.

Maftuhin salah satu korban mengaku, ia dan beberapa korban lainnya sudah memberikan kuasa kepada Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) untuk mengawal dan membongkar kasus investasi bodong via aplikasi ini.

“Tadi malam kami 17 tim dari perwakilan daerah se-Indonesia sudah tandatangan surat kuasa kepada LBH LAKRI (Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia) di Bandung untuk membongkar tuntas kasus ini,” jelasnya. Kamis (20/1/2022).

Maftuhin membantah jika dirinya disebut sebagai pemilik dari aplikasi GIC, ia mengaku juga sebagai korban dari investasi bodong itu, sebagai nasabah dan korban, ia menyatakan tidak ada sangkut pautnya dengan Pondok Pesantren tempat ia berdomisili saat ini.

“Terkait berita online, jadi saya bukan pemilik dari investasi platform GIC, malah saya disini juga sebagai korban dari GIC, lah kok saya yang dilaporkan, saya diduga sebagai pemilik GIC, soal saya ikut join di GIC juga tidak ada kaitannya dengan Pondok pesantren tempat domisili saya,” kata Maftuhin.

“Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa saya adalah mitra, sama-sama jadi korban secara otomatis saya bukan pemilik dan orang-orang yang bergabung di GIC melakukan investasi itu atas kesadaran sendiri dan langsung transfer sendiri ke rekening yang sudah di tentukan di Website GIC, orang yang sadar melakukan Top Up investasi berarti faham dengan resiko,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah mencoba meminta perusahaan pemilik aplikasi GIC melalui konten yuotube miliknya untuk kembali membuka sehingga uang nasabah tidak hangus. “Saya sudah meminta kepada perusahaan (GIC,red) untuk dibuka kembali, melalui konten youtube saya, silahkan bisa dicek channel Go Free Financial,” katanya.

Sementara itu Bejo Sumantoro, Sekjen LAKRI membenarkan jika pihaknya sudah menerima kuasa dari para korban aplikasi GIC. “Dari beberapa orang yang menjadi korban GIC tadi malam sudah memberikan Kuasa kepada LAKRI untuk membongkar masalah ini, kami dari LAKRI membantu keluhan masyarakat yang dibohongi oleh perusahaan investasi online,” kata Bejo Sumantoro.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat LAKRI akan melakukan pelaporan resmi ke Mabes Polri sekaligus akan bertanya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apakah platform GIC ini terdaftar di OJK atau tidak.

“Dari lembaga kami, dalam masa dekat akan melakukan pelaporan resmi ke Mabes Polri dan kami juga akan mempertanyakan ke OJK apakah GIC ini terdaftar di OJK atau tidak,” sambungnya.

Pihaknya meminta kepada para korban untuk sabar menunggu proses yang sedang berjalan, pasalnya kasus ini sudah masuk ke tingkat nasional dengan banyaknya korban dan kerugian yang dialami.

“Kami mohon kepada semua mitra dimohon bersabar menunggu proses yang sedang berjalan, karena kasus ini sudah skala nasional, karena kerugian semua nasabah diatas 25 M, dengan keanggotaan 60 ribu lebih dari sabang sampai merauke” imbaunya.

Diketahui, beberapa orang melaporkan investasi bodong melalui aplikasi dengan nama GIC ke Polres Probolinggo.(tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar