Hukum & Kriminal

Konten Penembakan Gus Idris Dilaporkan FORDAMAS ke Polres Malang

FORDAMAS Kabupaten Malang mengadukan konten penembakan Gus Idris ke Polres Malang, Jumat (6/3/2021) siang.

Malang (beritajatim.com) – Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (FORDAMAS) melaporkan konten YouTube penembakan Gus Idris ke Polres Malang, Jumat (6/3/2021) siang.

Lima orang perwakilan FORDAMAS ditemui langsung Kapolres Malang AKBP Hendri Umar diruang kerjanya. FORDAMAS menganggap, konten penembakan Gus Idris dianggap meresahkan masyarakat dan membuat gaduh jagat medsos.

“Kita mengadukan konten penembakan yang didalamnya ada Gus Idris yang sempat viral beberapa hari yang lalu ke Polres Malang, karena ada dugaan video konten itu melanggar UU ITE. Kami sangat menyesalkan adanya konten tersebut. Karena menurut kami konten tersebut tidaklah mendidik,” tegas Fahmi Azis, Presidium FORDAMAS, Jumat (6/3/2021).

Kata Fahmi, video penembakan ini tidak jelas apakah benar atau tidak. Sehingga liar di masyarakat. “Ini sebagai bentuk pengaduan FORDAMAS. Apabila ada unsur pidana dan hal lainnya seperti meresahkan masyarakat, kami mendukung Polres Malang agar ditindak lanjuti,” ujar Fahmi.

Ia melanjutkan, sebagai generasi muda dan milenial yang dekat dengan dunia digital, media sosial, apabila isi konten hanya prank atau ada tipu-tipunya dan itu meresahkan, harus ditindak. Karena bagi generasi Milenial, konten seperti itu tidaklah mendidik.

“Katanya ada penembakan. Tapi kemudian isi konten diralat tidak ada penembakan. Kan berarti prank ini. Multi tafsir. Lah seperti jni harus ditindak karena cukup meresahkan,” papar Fahmi.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menambahkan, sudah mendengar pengaduan dari FORDAMAS. Pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan termasuk memeriksa saksi-saksi yang terlibat dalam pembuatan konten penembakan.

“Kita akan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Tim Siber Polda Jatim. Saksi-saksi akan kita periksa lagi. Karena konten penembakan tersebut murni hoax. Darahnya juga terbuat dari pil obat yang dibeli dari toko online seharga Rp 15 ribu,” pungkas Hendri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar