Hukum & Kriminal

Pasca Operasi

Kondisi Istri dan Anak Tiri Korban Penganiayaan di Mojokerto Membaik

Mojokerto (beritajatim.com) – Korban penganiayaan, Siti Zulaikha (38) dan anaknya H (8) warga Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto masih menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Pasca menjalani operasi, kondisi keduanya sudah stabil.

Keduanya sudah dipindahkan ke ruang perawatan pasca operasi pada, Sabtu (6/6/2020) malam. Operasi terhadap keduanya langsung dilakukan pasca keduanya masuk ke IGD RSUD Prof Dr Soekandar. Hal tersebut dibenarkan Humas RSUD Prof Dr Soekandar, Isbahtul Khoirod.

“Setelah operasi saat ini kondisi keduanya sudah mulai stabil dan sudah melewati masa kritis pasca operasi. Luka sudah akan sembuh, setelah operasi kondisi keduanya sudah lebih baik dan sudah dipindah ke ruang perawatan,” ungkapnya, Rabu (10/6/2020).

Masih kata Isbahtul, Siti Zulaikha mengalami luka di bagian perut karena disebabkan benda tajam (ditusuk) dan di bagian kepala karena benda tumpul (dipukul). Sementara anak tiri pelaku, H juga mengalami luka di bagian kepala dan perut karena benda tajam.

Sementara itu, korban Siti Zulaikha (38) mengaku, memang ada masalah rumah tangga dengan suaminya (pelaku) sebelumnya. Namun persoalan tersebut dianggap sepele dan korban tak menyangka jika pria yang baru menikahinya tiga bulan lalu tersebut nekat melakukan percobaan pembunuhan terhadap dirinya dan anak laki-lakinya.

“Mungkin masalah sedikit, saya itu kalau ada masalah nggak pernah ngomong panjang-panjang. Lebih baik diam, dia juga sama diam. Ndak tahu ada setan lewat atau gimana langsung saya dipukul pakai palu kayu. Pisau itu diambil dari bawah kasur terus nusuk anak saya di perut, terakhir nusuk di leher anak saya,” jelasnya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga villa ini menambahkan, jika ia dengan pelaku baru menikah tiga bulan lalu. Keduanya juga baru kenal 1,5 bulan sebelum akhirnya keduanya menikah. Sebelumnya pelaku bekerja di Surabaya, namun karena Covid-19 sehingga pelaku tinggal bersama korban.

Sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Mojokerto berhasil meringkus pelaku penusukan terhadap istri, Siti Zulaikha (38) dan anak tiri, H (8) di sebuah vila Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/6/2020) lalu. Pelaku yakni Samujiono (43).

Pelaku yang merupakan warga Dusun Miribateng, Desa Pulerojo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar ini diamankan setelah sempat buron selama dua hari. Pelaku diringkus di wilayah Kecamatan Tretes, Kabupaten Pasuruan pada, Senin (8/6/2020) kemarin.

Pelaku melarikan diri pasca aksi penganiayaan terhadap istri yang baru dinikahi dan anak tiri yang masih berusia 8 tahun. Pelaku melakukan aksi penganiayaan tersebut dengan cara memukul korban menggunakan  benda tumpul dan menusuk dengan pisau dapur.

Pelaku dijerat Pasal 44 UU Nomor 02 Tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Sementara itu, kedua korban Siti Zulaikha (38) dan anak tiri, H (8) masih menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar