Hukum & Kriminal

Komplotan Perampok Bunuh Janda di Jombang

Tiga pelaku perampokan disertai pembunuhan saat keluar dari ruang tahanan Polres Jombang, Senin (8/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Komplotan perampok mengabisi seorang janda di Jombang. Mereka terdiri dari tiga orang, dua pria dan satu wanita. Korbannya adalah Lilik Marita (61), warga Dusun Mojoaunggul, Desa Mojounggul, Kecamatan Bareng.

Janda tersebut dihabisi dengan cara dicekik di dalam mobil. Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku berbagi peran. Satu orang mengemudikan mobil, satu orang mengeksekusi, dan satu lagi mengumpulkan barang milik korban.

Ketiga pelaku adalah Fadlan Hutabarat (26), warga Dusun Kates, DEsa Kedungbetik, Kecamatan Kesaben, Jombang, kemudian Khusnul Khotimah (25), warga Desa Suntri, Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah, serta Firman Gultom (25), Warga Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menjelaskan, tiga pelaku merupakan komplotan curas (pencurian dengan kekerasan). Mereka mencari sasaran korban melalui aplikasi we-chat. Begitu juga saat mereka mengenal Lilik. Lewat aplikasi itulah perkenalan itu bermula.

Selanjutnya, mereka janjian untuk ketemu pada 20 Januari 2021. Dengan mengendarai mobil Avanza ketiga pelaku menjemput korban. Mereka kemudian jalan-jalan ke kawasan Wonosalam Jombang. Firman memegang kemudian didampingi Khusnul.

Sedangkan korban duduk di bangku tengah bersama Fadlan. Nah, ketika korban lengah, Fadlan pun beraksi. Dia memaksa korban untuk menyerahkan perhiasaan kalung. Korban meronta. Saat itulah Fadlan mencekik korban hingga tewas.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menunjukkan barang bukti kasus perampasan disertai pembunuhan, Senin (8/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Jasad korban kemudian dibuang ke pinggir jalan Dusun Banjarsari, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Mayat Lilik baru ditemukan pada 30 Januari 2021 dalam kondisi sudah membusuk. Atas temuan itu polisi kemudian melakukan penyelidikan. Polisi mengendus keberadaan komplotan ini sembunyi di Kabupaten Tuban. “Pada 5 Februari 2021 kami melakukan penyergapan. Walhasil, ketiga pelaku berhasil kita tangkap,” ujar Kapolres Jombang, Senin (8/2/2021).

Atas perbuataannya ketiganya dijerat Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu tindak pidana lain. “Ancamannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau sementara waktu, paling lama 20 tahun,” pungkas Kapolres. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar