Hukum & Kriminal

Komplotan Perampok dan Penadah Asal Kediri Diringkus Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Satreskrim Polres Kediri menangkap Mohamad Nur Huda (24) warga Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul dan Arya Dantok (25) warga Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri. Keduanya merupakan komplotan begal yang kerap beraksi di jalanan Kediri.

Korban terakhir adalah Chotimah (49) warga Desa Tertek, Kecamatan Pare. Pelaku merampas tas punggung milik korban yang berisikan satu buah ponsel dan uang sebesar Rp 1,3 juta.

Kasubbag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo mengatakan, pelaku Mohammad Nur berperan sebagai pelaku perampokan. Sedangkan pelaku Arya adalah penadahnya. “Penangkapan kedua tersangka ini berawal dari laporan petugas terkait aksi pencurian yang dialami oleh Chotimah pada Agustus 2019,” ungkap Iptu Purnomo.

Pelaku selalu beraksi di malam hari, hingga dini hari. Saat merampok Chotimah, pelaku menyanggong pada pukul 04.30 WIB.

Saat itu, korban pulang dari rumah sakit. Dalam perjalanan pulang di Jalan Umum Desa Semanding, Kecamatan Pagu, korban dipepet dan pelaku langsung menendang korban.

Tersangka Nur Huda dijerat pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan kekerasan. Sementara tersangka Arya dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan. Kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar