Hukum & Kriminal

Komplotan Pencuri Pisang Mengaku Hasilnya untuk Mancing, Nongkrong dan Makan

Para pelaku komplotan pencurian pisang yang diamankan warga Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/6/2020) semalam. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Empat orang pelaku komplotan pencurian pisang berhasil diamankan warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/6/2020) malam. Para pelaku mengaku, hasil dari penjualan pisang tersebut akan digunakan untuk mancing, nongkrong dan makan.

Salah satu pelaku, Nova Dedih Kristianto (27) mengaku, sudah sering lewat lokasi sehingga tahu kondisi. “Biasa lewat sana (lokasi pencurian pisang Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, red). Kalau ke Lamongan sering lewat sana karena sepi,” ungkapnya, Kamis (25/6/2020).

Masih kata warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, aksi tersebut sudah direncanakan bersama para pelaku lainnya merupakan teman yang saling kenal. Pemuda yang mengaku istrinya tengah hamil ini mengaku, sudah beraksi tiga kali.

“Tiga kali ini, di lokasi sama di Desa Lakardowo. Karena di sana banyak pohon pisang jadi sama teman-teman merencanakan untuk mencuri. Biasanya harga satu tandan pisang dijual ke toko atau warung Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Hasilnya mau dipakai mancing, nongkrong dan makan,” jelasnya.

Keempat pelaku yakni, Nova Dedih Kristianto (27), Alvian Eka Saputra (21), RDD (15) dan Achmad Ali Racmatullah (23). Keempatnya merupakan warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Keempatnya diamankan di Mapolsek Jetis.

Sementara dari keempat pelaku diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 11 tundun pisang, unit sebuah mobil pick up nopol S 9438 SA warna putih salam keadaan rusak parah dan satu unit sepeda motor Honda Vario nopol S 5059 RU warna putih.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar