Hukum & Kriminal

Komnas Perlindungan Anak Minta Wali Murid Korban Pelecehan Seksual Guru Lapor Polisi

foto/ilustrasi

Malang (beritajatim.com) – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka mendorong wali murid yang anaknya menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru olahraga berinisial IS di sebuah sekolah, di Kelurahan Kauman, Klojen, Kota Malang, untuk melapor polisi.

Arist mengatakan, jika wali murid tidak melapor ke polisi justru memperparah psikologi korban atau putrinya. Sebab, bakal menimbulkan rasa ketidakpercayaan kepada orangtua, karena siswa tak punya ruang untuk melapor.

“Itu akan membuat anak semakin tidak percaya pada orangtuanya. Harus lapor polisi agar ada hukuman yang setimpal. Karena anaknya tahu, lapor ke bapak dan ibunya,” kata Arist, Rabu (13/2/2019).

Arist menyebut, sanksi yang diberikan dinas pendidikan berupa penarikan IS ke dinas terkait bukan solusi. Ia pihak sekolah dan dinas pendidikan tak menutupi kasus ini. Sebab, jumlah korban diduga puluhan. “Jadi tidak ada alasan untuk hanya menghukum memindahkan dari mengajar ke tidak mengajar. Bahkan sekolah dilarang menutupi kasus ini, wali murid dilarang berkompromi,” papar Arist.

Arist mengatakan, kejahatan seksual merupakan kejahatan luar biasa seperti kejahatan korupsi dan terorisme. Ia mengingatkan pihak yang berusaha membiarkan dan ikut serta mendukung terjadinya kekerasan seksual dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014.

“Sekolah harus terbuka dengan kasus ini. Bagi pihak yang berusaha membiarkan dan ikut serta mendukung terjadinya kekerasan seksual dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014,” tandasnya. (luc/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar