Hukum & Kriminal

Komnas PA Sebut Guru Predator Bisa Dihukum Kebiri

Malang (beritajatim.com) – Ketua umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait berkunjung ke salah satu SDN di wilayah, Kauman, Kota Malang, Senin, (18/3/2019). Arist ingin mengetahui pasti kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru olahraga.

Arist bertemu dengan beberapa wali murid. Dia juga bertemu dengan guru dan perwakilan sekolah. Arist menyebut, korban pelecehan seksual oleh guru olahraga mengalami trauma. Korban membutuhkan terapi psikologis.

“Korban sangat trauma. Wali murid korban didampingi Komnas Perlindungan Anak akan menyiapkan phsicosocial therapy bagi korban di tempat yang aman,” kata Arist.

Arist menegaskan, Komnas Perlindungan Anak bakal mendukung wali murid atau korban untuk melapor polisi. Pihaknya juga bakal melakulan investigasi dan mengumpulkan barang bukti untuk membantu penyelidikan polisi.

“Kita mendorong kepolisian agar melakukan suatu tindakan. Karena ini merupakan tindak pidana terang benderang maka perlu pemeriksaan. Infonya kepala sekolah dan beberapa perwakilan sekolah sudah diperiksa,” papar Arist.

Arist menyebut, pelecehan seksual yang dilakukan guru termasuk kategori predator anak. Sebab, dilakukan secara berulang-ulang kepada siswa. Bahkan, pelaku bisa dijerat dengan kebiri hingga hukuman penjara seumur hidup.

“Masuk predator anak, karena dilakukan berulang. Dan ini oleh UU 17 tahun 2016 bisa dijerat pakai kebiri. Selain hukuman seumur hidup bisa dikenai kastrasi. Karena diulang,” ucap Arist.

“Kalau Polres hanya menuntut 5 tahun, maka jaksa akan membuat tuntutnya ringan juga. Tapi kalau tuntutan Polres sudah 10 tahun bahkan seumur hidup bahkan dikebiri maka jaksa juga akan melakukan tindakan yang sama,” tandas Arist. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar