Hukum & Kriminal

Komnas Anak Sebut Guru Cabul di SMPN 4 Kepanjen Kejahatan Luar Biasa

Malang (beritajatim.com) – Kasus asusila terhadap 18 siswa SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum (Ketum) Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.

Menurut Sirait, pelecehan yang dilakukan oleh CH, adalah kejahatan luar biasa. Sehingga tidak ada alasan penegak hukum, untuk tidak segera menangkap dan menahan pelakunya.

“Bersesuaian dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penerapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Junto Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002, maka guru terduga pelaku seksual yang korbannya lebih dari 5 siswa, tidak ada alasan pihak kepolisian untuk tidak menangkap dan menahan pelakunya,” beber Sirait, Kamis (5/12/2019).

Kata Sirait, berdasarkan undang-undang yang dijeratkan tersebut, CH harus dihukum maksimal, yakni 20 tahun kurungan penjara. Kalau perlu juga ditambah hukuman kebiri lewat suntik kimia.

“Penegak hukum atau Jaksa, harus bisa menuntut maksimal nantinya. Sehingga hakim bisa memberi putusan maksimal untuk keadilan bagi para korban. Alasannya, karena selain dilakukan seorang guru, juga dalam keadaan sadar bahwa korbannya adalah anak-anak,” tegasnya.

Ditambahkan Sirait, yang dilakukan oleh CH adalah kejahatan luar biasa. Komnas Perlindungan Anak Indonesia, merekomendasi penegak hukum untuk memutus hukuman terhadap pelaku maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, KPAI juga akan memantau terus kasus ini. Termasuk dalam waktu tiga hari ini, akan membentuk tim untuk turun ke Malang dan bertemu langsung dengan korbannya. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar