Hukum & Kriminal

Kodim 0813 Berikan KB Kesehatan Gratis di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, Kodim 0813 Bojonegoro bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) dan Dinas Kesehatan, menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis.

Program pelayanan KB Kesehatan gratis Kodim 0813 Semester I tahun 2020 dengan tema ‘Peran TNI Dengan KB Kesehatan Wujudkan Keluarga Sejahtera’ di Puskesmas Wisma Indah Desa Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Senin (29/6/2020).

Koordinator kegiatan, Kapten Inf Musriyono, mengatakan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka membantu pemerintah dalam memberdayakan demografi diwilayah teritorial. Sasaran dari pelaksanaan program KB Kesehatan adalah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan jumlah angka kelahiran, serta pembinaan ketahanan keluarga.

“Diharapkan pelaksanaan KB Kesehatan ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera,” terangnya.

Selain itu, dilaksanakannya program KB Kesehatan pada hakekatnya bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Sehingga, nantinya akan terjadi keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung yang disiapkan oleh pemerintah maupun yang sudah disediakan oleh alam.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergitas multipihak. Untuk itu, kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan khususnya bagi masyarakat Bojonegoro menjadi lebih produktif,” tambah Kapten Inf Musriyono.

Kepala Puskesmas Bojonegoro, dr Fifin mengatakan kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mencegah kehamilan terutama pada Pasangan Usia Subur (PUS) resiko tinggi, dan upaya menghindari kehamilan yang tidak direncanakan karena keterputusan ber-KB yang terkendala di masa pandemi covid-19 saat ini.

“Dari hasil pelaksanaan pelayanan KB Kesehatan ini, kami melayani 31 akseptor. Rinciannya 27 akseptor implant, IUD dan suntik masing-masing 2 akseptor,” pungkasnya. [lus/but]






Apa Reaksi Anda?

Komentar