Hukum & Kriminal

Rekontruksi Pembunuhan Digelar di Mapolres Mojokerto

Kode Musik Jadi Akhir Hidup Vina Aisyah

Adegan ke 3, kedua pelaku merencanakan aksi pembunuhan korban di warung kopi tempat pelaku kedua bekerja. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rekontruksi pembunuhan Vina Aisyah Pratiwi (21) yang mayatnya ditemukan di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto digelar. Rekontruksi digelar di halaman Mapolres dan Lapangan Tembak Wira Pratama Polres Mojokerto.

Rekontruksi dengan total 17 adegan tersebut diperagakan mulai dari perencanaan pembunuhan warga Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo tersebut. Yakni mulai di warung Arteri Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo tempat pelaku Rifat Rizatur Rizan (20) bekerja pada, Selasa (23/6/2020).

Pelaku utama Mas’ud Andy Wiratama (27) warga Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo ini mendatangi pelaku Rifat untuk mengajak menagih utang ke korban. Namun jika tidak bisa maka akan dihabisi. Keduanya juga menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk membunuh korban di rumah masing-masing.

Keesokan harinya, dengan menggunakan mobil Ayla nopol W 1502 NU, pelaku utama menjemput korban dengan alasan mengantar pelaku kedua ke Lawang, Kabupaten Malang. Kedua pelaku menyepakati jika pelaku utama tidak berhasil menagih utang, maka korban akan dihabisi.

Untuk mengetahui tidak berhasil dan korban diminta untuk dihabisi yakni saat pelaku utama memberikan kode berupa membunyikan musik dari handphone (HP). Ini lantaran, posisi korban berada di jok depan samping pelaku utama. Sementara pelaku kedia berada di belakang korban siap dengan sarung dan tapi tampar untuk menjerat leher korban.

Adengan pembunuhan tersebut ada di adegan ke 11, yakni pelaku utama menutup wajah korban dari belakang menggunakan sarung yang sudah disiapkan. Sementara pelaku utama memukul dengan tangan sebelah kiri menggunakan besi panjang kurang lebih 50 cm. Aksi pembunuhan tersebut terjadi tepat di ruas tol arah Malang.

Keduanya kemudian menuju ke Pacet, Kabupaten Mojokerto melalui Batu untuk membuang mayat korban. Yakni di Kawasan Tahura Raden Soerjo, Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dalam rekontruksi tersebut, lokasi pembuangan mayat korban dilakukan di sasaran tembak yakni Lapangan Tembak Wira Pratama Polres Mojokerto.

Rekontruksi ditutup di adegan ke 17 yakni saat kedua pelaku mengambil sepeda motor milik korban Honda Beat nopol AG 6889 CV warna putih di sebuah parkiran di Arteri Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dengan dengan tempat kerja pelaku kedua.

Kuasa hukum pelaku, Alex Askohar mengatakan, dari rekontruksi sudah terlihat modus pembunuhan yang dilakukan kedua pelakunya. “Saya akan datang ke dia (pelaku) untuk bicara dari hati ke hati, tidak bisa disampaikan di forum ini. Tapi modus yang beredar memang pinjam uang dan sakit hati,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Adegan ke 12, aksi pembunuhan dilakukan kedua pelaku dengan kode menyalahkan musik kedua pelaku berbagi peran. [Foto: misti/bj.com]
Masih kata Alex, hal tersebut ia belum mengetahui aksi pembunuhan dilakukan apakah sudah direncanakan. Hal tersebut akan disampaikan di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto saat proses persidangan berlangsung. Ia sebagai kuasa hukum akan membela kedua pelaku meski dari pihak penyidik jika yang dilakukan para pelaku patut dijerat pasal berlapis.

“Sebagai lawyer, itu belum tentu benar tapi dari penyidik ada pasal berlapis, kita tidak bisa mengintervensi dari otoritas penyidik. Pendapat saya sebagai lawyer akan saya sampaikan saat persidangan. Kalau dari asumsi orang jelas ada perencanaan tapi kita, rencana karena apa? Dia membunuh karena apa? Direncanakan kapan?,” jelasnya.

Alex menambahkan, pembelaan ada arah ke motif pelaku membunuh korban. Seperti rencana pembunuhan dengan aksi pembunuhan apakah terjadi di hari yang sama. Aksi pembunuhan yang dilakukan kedua pelaku dilakukan lantaran sakit hati atau butuh uang. Hal tersebut yang nantinya akan menjadi materi pembelaan kuasa hukum di persidangan.

Sekedar diketahui, mayat seorang perempuan ditemukan Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo Blok Gajah Mungkur Desa Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu (24/6/2020) petang. Korban diketahui atas nama Vina Aisyah Pratiwi (21) warga Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Korban yang merupakan karyawan di salah satu pabrik di Pasuruan tersebut tinggal bersama ibunya di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Sementara ayah korban tinggal di Kediri bersama istri barunya, ini lantaran kedua orang tua korban sudah bercerai. Sehingga korban kadang tinggal di Kediri, kadang di Sidoarjo.

Penyebab meninggalnya korban, dari hasil otopsi yang dilakukan pihak Rumah Sakit (RS) yakni luka di bagian kepala. Ada empat luka di bagian kepala akibat benda tumpul, pelipis kanan robek dan bibir tergigit. Kurang dari 24 jam, kedua pelaku pembunuhan Vina berhasil tertangkap.

Kedua pelaku yakni, Mas’ud Andy Wiratama (27) warga Kelurahan Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo dan Rifat Rizatur Rizan (20) warga Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Keduanya diamankan di dua lokasi berbeda pada, Kamis (25/6/2020) atau keesokan hari pasca penemuan mayat.

Barang bukti yang diamankan dati kedua pelaku diantaranya, satu potong jilbab warna coklat, satu potong sarung kombinasi biru putih coklat, satu potong kaos oblong warna hitam, tali plastik warna hitam kurang lebih 1 meter, satu buah masker warna biru putih, satu unit sepeda motor Honda Beat nopol AG 6889 CV warna putih beserta STNK.

Satu buah helm merk KYT warna putih, satu buah Handphone (HP) I-Phone 6S warna silver milik korban, satu buah power bank merk Yamaha warna abu-abu, satu buah HP merk Vivo warna biru milik tersangka, satu buah kartu parkir nomor 165 warna merah, satu buah stik besi panjang kurang lebih 50 cm dan satu unit mobil Ayla nopol W 1502 NU. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar