Hukum & Kriminal

Ketua PN Surabaya Canangkan Wilayah Bebas Korupsi

Surabaya (beritajatim.com) – Dihadapan unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Surabaya, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Nur Syam mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (6/3/2019).

Forkopimda yang hadir dalam acara tersebut adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Andriani Nurdin (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya), Antonius Agus Rahmanto (Kapolrestabes Tanjung Perak), M Teguh Darmawan (Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya), dan para pejabat.

Dalam sambutannya, Nur Syam meminta kepada seluruh hakim, staf, dan seluruh pegawai PN Surabaya untuk berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamrih. Nur Syam juga menyebutkan hal ini merupakan instruksi dari Mahkamah Agung untuk menjadikan PN Surabaya sebagai wilayah birokrasi yang bersih dari korupsi.

Usai memberikan sambutan, Nur Syam memimpin pembacaan janji komitmen untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM. Seluruh pegawai PN Surabaya, mulai dari hakim, panitera, staf, dan pegawai turut mengikuti Nursyam saat membacakan komitmen bersama.

Usai acara, kepada wartawan Nur Syam menjelaskan bahwa seluruh pegawai PN Surabaya harus mengubah mental dan pola pikirinya. “Kita harus mengubah mental, sebagai pelayanan masyarakat kita harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pencari keadilan, tanpa KKN (korupsi, kolusi, nepotisme),” tegasnya.

Ia juga menegaskan, harapannya setelah pencanangan ini adalah terlaksananya proses pembangunan zona integritas yang difokuskan pada penerapan 6 program. “Manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ungkap Nur Syam.

Saat ditanya apakah ada sanksi jika ada pegawai PN Surabaya yang melakukan korupsi, Nursyam menjawab dengan tegas. “Pasti ada, bahkan Mahkamah Agung tidak mentolerir atas tidakan yang tidak terpuji itu (korupsi),” pungkasnya. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar