Hukum & Kriminal

Ketua Peradi Sidoarjo Bantah Ada Konflik

Peradi Sidoarjo

Surabaya (beritajatim.com) –  Kabar adanya konflik yang terjadi di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Sidoarjo dibantah oleh Bambang Soetjipto selaku ketua. Dia menyebut, hanya terjadi perbedaan pendapat dan hal itu suatu hal yang biasa dalam sebuah organisasi.

Namun wakil ketua 1 DPC Sidoarjo Andry Ermawan merasa ada sesuatu terjadi di organisasi yang dia naungi tersebut. Seperti yang terjadi pada rapat konsolidasi yang dilakukan pengurus DPC Peradi Sidoarjo pada 3 Maret 2021 lalu. Andry merasa diadili oleh beberapa orang dalam rapat konsolidasi pengurus tersebut.

Andry yang menjabat wakil ketua satu Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sidoarjo ini mengisahkan dirinya diundang melalui pesan Whatsaap Group oleh ketua DPC Peradi Sidoarjo Bambang Sucipto.

Undangan disampaikan pada 3 September 2021 sekitar pukul 07.48 Wib pagi. Dalam undangan disebutkan, seluruh pengurus yang terdiri dari para wakil ketua, ketua dan sekretaris bidang, bendahara dan wakil bendahara dan sekretaris agar datang ke acara konsolidasi organisasi untuk mewujudkan profesi yang bermartabat, tangguh dan profesional di Hotel Aston Sidoarjo.

“Jadi undangan yang disampaikan ke Group pengurus DPC Peradi Sidoarjo terkesan dadakan, karena dikirimnya tanggal 3 Septermber 2021 pagi, rapatnya digelar pada hari itu juga pukul 13.00 Wib siang,” ujar Andry.

Andry mengaku ada yang tidak beres dengan undangan tersebut, sebab waktu dia sampai di Hotel Aston dalam papan penunjuk arah tertulis Rapat Kerja (Raker) sementara dalam undangan tertulis rapat konsolidasi pengurus.

Feeling Andry ternyata tak meleset, saat ada di ruangan rapat tak tampak dewan penasihat DPC Sidoarjo yang mestinya diundang kalau rapat kerja pengurus. Hal itu sudah disampaikan oleh sekretaris DPC Sidoarjo Wahyu Ongko Wiyono dalam forum. Namun, usulan Wahyu ini tidak mendapat respon dari ketua Peradi Sidoarjo Bambang Sucipto sekaligus sebagai pimpinan rapat dalam acara tersebut.

Dalam rapat tersebut menurut Andry, hadir juga Korwil Peradi Jatim yakni Kukuh Pramono SH MH. Rapat kemudian dibuka dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran yang dimiliki DPC Sidoarjo.

Usai LPJ dibacakan, kemudian salah satu peserta rapat mengusulkan agar para wakil ketua yakni wakil ketua 1 Andry Ermawan, wakil ketua 2 H Ananto Haryo, wakil ketua 3 Johny Kunto, wakil ketua 4 Benedictus Ditu Hadjon untuk mengucapkan pakta integritas dalam forum yang isinya bahwa para wakil ketua siap mendukung Bambang Sucipto sebagai ketua DPC Peradi Sidoarjo sampai 2023.

Namun, Andry Ermawan sebagai wakil ketua 1 tak bersedia mengucapkan pakta integritas tersebut. Menurut Andry, forum tersebut bukanlah untuk sebuah dukungan dan dirinya memiliki hak untuk tidak mengucapkan pakta integritas sesuai yang diminta tersebut.

Atas penolakan yang disampaikan Andry ini, membuat Andry diserang oleh peserta rapat dan meminta agar Andry dicopot saja sebagai wakil ketua 1 DPC Peradi Sidoarjo.

Setelah itu, Andry meminta ijin baik-baik untuk meninggalkan rapat karena dianggap sudah tidak sesuai dengan marwah sebagai advokat yang bermartabat.

“ Saya prihatin dengan cara seperti ini, karena sebagai advokat didengungkan harus bermartabat. Namun dalam rapat ditunjukkan arogansi seorang ketua Peradi Sidoarjo,” ujarnya.

Lebih lanjut Andry menyatakan, dirinya mendapat informasi bahwa hasil dari rapat tersebut diambil keputusan bahwa dirinya dicopot sebagai wakil ketua 1 dan Wahyu Ongko Wiyono juga dicopot sebagai sekretaris.

“ Informasi yang saya dapat, pencopotan saya sebagai wakil ketua 1 dan rekan saya Wahyu sebagai sekretaris sudah dibawa ke DPN Peradi namun hasilnya seperti apa saya kurang tahu,” ujarnya.

Sementara ketua DPC Peradi Sidoarjo Bambang Soetjipto membantah adanya konflik dalam organisasi yang dia pimpin. Dia menyebut, hanya terjadi perbedaan pendapat dan hal itu suatu hal yang biasa dalam sebuah organisasi.

Bambang yang juga kesandung masalah dugaan pelanggaran kode etik ini juga membantah bahwa adanya pencopotan wakil ketua 1 DPC Peradi Sidoarjo dan juga sekretaris dan sudah disampaikan ke DPN Peradi.  “ Itu tidak benar, itu hoax,” ujarnya. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar