Hukum & Kriminal

Ketemu Penumpang Cantik, Ojol Jadi Kurir Narkoba Offline

Pelaku beserta BB saat jalani gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (4/10/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Anang (40) warga Dharmawangsa, Surabaya pasrah usai tertangkap petugas Unit satu Satnarkoba, Polrestabes Surabaya.

Anang alias AN mengaku kepada petugas menjadi kurir sejak ketemu wanita cantik yang memesan melaui aplikasi jasa pengiriman barang. Hanya saja, sepekan selanjutnya wanita tersebut mengirim pesan memintanya mengambil barang melalui offline.

“Awalnya kenal dari online dan pesanan selanjutnya minta offline. Sampai akhirnya pesan terus untuk mengambil barang,” katanya saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (4/9/2019).

Tak hanya dua kali, AN ini pun setiap tiga hari sekali masih meminta mengambil barang dengan upah Rp 150 ribu sekali kirim. Curiga dibayar banyak, AN bertanya ke wanita berinisial DW (25) ini apakah barang yang dikirim.

DW pun mengatakan bahwa dirver ojol ini mengambil barang berupa sabu-sabu sehingga diminta hati-hati saat mengambil barang. Karena iming-iming uang cukup banyak hanya dengan sekali kerja, AN justru menuruti permintaan DW.  Parahnya lelaki bertubuh besar ini mencoba sabu-sabu tersebut.

“Ojol sepi jadi ditawari kirim barang ya saya mau saja. Hasil uang dipakai buat kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Tak hanya AN dari hasil pengungkapan unit satu narkoba juga menangkap seorang tukang parkir bernama Kristanto (45). KS diringkus anggota Opsnal Unit 1 Satnarkoba Polrestabes Surabaya, Selasa (1/10/2019) sore.

Pria asal Jalan Kupang Segunting Gg 3/1 Surabaya, itu ditangkap setelah kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian mengatakan, berawal dari info warga setempat, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan penyamaran dengan memancing pelaku.

“Begitu pelaku dipastikan ada, akhinya berhasil tertangkap dirumahnya di Jalan Kupang Segunting,” sebut Memo Ardian, Jum’at (4/10/2019).

Dari tangan pelaku, saat itu polisi menyita, 1 (satu) buah kotak kardus, 1 (satu) pipet kaca isi sabu seberat 1,62 gram beserta pipetnya, 8 (delapan) plastik sisa sabu seberat 2,30 gram dan 1 (satu) handphone.

Masih Kompol Memo Ardian, ke depan pihaknya masih akan melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya jaringan narkoba lain.

Dalam penyidikan, pelaku mengakui jika barang tersebut didapat dari seseorang, yang kini masih di rahasiakan guna kepentingan penyelidikan.

“Kami masih lakukan lidik dan kembangkan ke jaringan lain yang lebih besar,” pungkas Memo Ardian.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 (1) Jo. Pasal 132 Ayat (1)Subs Pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar