Hukum & Kriminal

Ketagihan Narkoba, Pindah Jadi Pengedar, Nelayan Ini Diringkus Polisi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Keenakan lama menjadi budak narkoba membuat M.Khotib (41) warga Desa Bluru Kidul RT 02 RW 08, Sidoarjo Kota, semakin terjerumus. Setelah mendapatkan barang yang rencana akan dikonsumsi, Khotib berubah pikiran, yaitu barang diedarkan.

Walhasil, kedoknya tercium petugas dan berhasil di grebek anggota Satnarkoba Polresta Sidoarjo di rumahnya saat akan menikmati barang yang dibeli, lalu dicubit untuk diedarkan ke temannya.

Kasatreskoba Polresta Sidoarjo AKP Indra Nadjib menceritakan tersangka ini budak atau pecandu narkoba bukan sebagai pengedar. Namun dalam beberapa Minggu terakhir tersangka tergiur ingin jadi pengedar narkoba.

“Ia tergiur jadi pengedar narkoba karena di tawari temannya yang bernama Edi. Selain itu dia juga punya pikiran untuk berhemat dalam pemakaian narkoba, karena dia juga pemakai,” katanya, Kamis (31/10/2019).

Indra mengungkapkan barang yang di tawarkan Edi itu bukan miliknya sendiri, namun barang itu milik Paijo. Dan Edi pun memberikan nomer telpon Paijo ke tersangka M. Khotib, supaya menghubungi sendiri.

“Tugas Edi disini hanya sebagai perantara untuk mencarikan pembeli atau orang yang bersedia untuk mengedarkan narkoba,” cerita Indra.

Selang beberapa hari kemudian setelah M. Khotib sudah punya uang untuk beli narkoba, tersangka menghubungi Paijo untuk memesan sabu seberat 2 gram dan pil koplo sebanyak 6000 butir.

“Dalam pembicaraan di telpon itu, tersangka bilang, hanya punya uang Rp 3,5 juta, dan Paijo mengiyakan permintaan tersangka,” jelasnya.

Paijo pun menyuruh tersangka Khotib untuk mentransfer uang itu ke rekening yang telah ditentukan oleh Paijo. Usai mentransfer uang Khotib pun mengirim bukti transfer uang itu. Dan selanjutnya Paijo menyuruh Khotib untuk mengambil barang pesanannya di depan SDN Pucang SDN Pucang I Sidoarjo. “Sistem pengambilan barang pesanan diranjau di depan SDN Pucang l,” beber dia.

Usai janjian pengambilan barang, tersangka menuju tempat ranjau dan tersangka mengambil barang dalam tas kresek warna hitam. Setelah mendapatkan barang Khotib langsung pulang ke rumahnya.

“Dalam tas itu berisi 1 pocket sabu dan 6 bungkus plastic pil berlogo LL,” rinci Indra.

Usai mendapatkan barang, nelayan yang sebelumnya sudah menjadi intaian petugas, langsung digrebek di rumahnya. Dalam penggerebekan, petugas barang bukti narkoba yang siap edar. “Narkoba yang di beli dari Paijo belum sempat terjual,” ujarnya.

Selanjutnya tersangka di gelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk di lakukan pengembangan perkara tersebut.
“Tersangka akan di jerat pasal 114 juncto pasal 112 UURI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba,” pungkasnya. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar