Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kesimpulan Diserahkan, Praperadilan Anak Kiai Jombang Diputus Besok

Pemohon dan termohon menyerahkan kesimpulan kepada Hakim PN (Pengadilan Negeri) Jombang, Rabu (26/1/2022)

Jombang (beritajatim.com) – Sidang praperadilan MSAT (39), anak kiai yang menjadi tersangka dugaan kasus kekerasan seksual atau pencabulan, yang digelar di PN (Pengadilan Negeri) Jombang, hampir final.

Baik pemohon maupun termohon menyerahkan kesimpulan kepada hakim tunggal Dodik Setyo Wijayanto, Rabu (26/1/2022). Kesimpulan tertulis itu tidak dibacakan secara langsung di depan persidangan. Rencananya, hakim membacakan putusan atas permohonan praperadilan yang diajukan MSAT pada Kamis (27/1/2022) pukul 14.00 WIB.

“Kesimpulan tidak perlu dibacakan. Setelah melalui proses dari awal hingga hari ini, sekarang adalah kesempatan bagi hakim untuk mengambil keputusan. Dalam rangka keputusan itu, majelis hakim harus memperlajari berkas dan lain sebagainya. Sehingga putusan akan diucap besok pada Kamis tanggal 27 Januari 2022 pukul 14.00,” ujar Dodik di muka persidangan.

Sidang dengan agenda kesimpulan yang digelar di ruang Kusuma Atmadja itu berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit. Hakim kemudian menutup sidang dan akan dilanjut Kamis (27/1/2022) dengan agenda pembacaan putusan. Hakim meminta pemohon dan termohon hadir dalam sidang putusan tersebut.

MSAT merupakan anak seorang kiai di Kecamatan Ploso, Jombang, Jawa Timur. Pada Oktober 2019, MSAT dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

Korban adlah salah satu santri atau anak didik MSAT. Selama penyidikan oleh Polres Jombang, MSAT tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Kendati demikian MSAT telah ditetapkan sebagai tersangka pada November 2019.

Kasus ini kemudian ditangani Polda Jatim. Namun polisi ternyata belum bisa mengamankan MSAT. Upaya jemput paksa pun sempat dihalang-halangi jemaah pesantren setempat. MSAT lalu menggugat Kapolda Jatim. Ia menilai penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah. Namun gugatan praperadilan itu ditolak hakim .

Dia mengajukan ulang praperadilan di Pengadilan Negeri Jombang, setelah kalah dalam praperadilan pertama di Surabaya. Ada empat pihak yang menjadi termohon/tergugat. Di antaranya, Kepala Kepolisian Resor Jombang (Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang), Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim), serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jawa Timur). [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar