Hukum & Kriminal

Kepergok Curi Ponsel Milik Pelajar, Warga Bangkalan Dibui

Gresik (beritajatim.com)– Tersangka Ahmad Sainuri (32) warga asal Desa Durin, Kecamatan Ponang, Bangkalan, hanya bisa pasrah dibui. Ahmad nama panggilannya, kepergok mencuri ponsel milik Virdaus Putri Ayani (16) seorang pelajar asal Perum Mars blok G/8B Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

Terungkapnya kasus pencurian ponsel ini bermula saat Virdaus Putri Ayani (16) seorang pelajar bersama rekannya Sandrina Zhizantara Nugras (16) berbelanja di Toko Ponsel Barokah yang berada di Jalan Mutiara 3 Perum Kota Baru Driyorejo (KBD).

Bersamaan dengan itu, Virdaus Putri Ayani selaku (korban) menaruh ponsel di dashboard motor milik korban. Setelah menaruh ponsel, korban bersama rekannya masuk ke toko. Usai berbelanja dari toko, korban kembali ke motornya. Ternyata, ponsel yang yang ditaruh di dashboard motor telah raib.

Selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke petugas Polsek Driyorejo. Mendapat laporan adanya kasus pencurian, petugas melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV yang mengarah ke halaman parkir depan toko ponsel. Hasil rekaman CCTV itu, diketahui pelaku pencurian ponsel adalah seorang laki-laki bernama Ahmad Sainuri.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya petugas mengamankan pelaku bersama barang bukti 5 ponsel hasil pencurian di rumah kos di Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

“Pelaku berhasil diringkus berkat adanya rekaman kamera CCTV dari toko ponsel,” ujaf Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin, Rabu (25/09/2019).

Wavek menuturkan, atas perbuatannya itu tersangka kami jerat dengan pasal 363 KHUP dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Berkas perkara tersangka sudah tuntas dan segera kami kirim ke kejaksaan,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku Ahmad Sanuri menyatakan dirinya sengaja mencuri. Pasalnya, hasil dari curian itu dijual ke pasar gelap hasilnya sangat lumayan.

“Habis mencuri barangnya saya kirim ke Surabaya untuk diperjualbelikan,” tandasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar