Hukum & Kriminal

Kepala Inspektorat Bojonegoro Diserahkan ke JPU

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepala Inspektorat Bojonegoro Samsul Hadi memasuki tahap dua. Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (20/6/2019).

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bojonegoro Ahmad Fauzan mengatakan, pelimpahan tahap dua dilakukan setelah dirasa berkas dan keterangan sudah lengkap. “Setelah pelimpahan tahap dua akan segera dibentuk surat dakwaan,” katanya.

Menurut Fauzan, penyusunan surat dakwaan itu diperkirakan tidak sampai satu bulan. setelah surat dakwaan lengkap maka Jaksa Penuntut Umum akan segera melimpahkan kasus tersebut ke PengadilanTtindak Pidana Korupsi Surabaya. “Setelah surat dakwaan lengkap langsung dilimpahkan,” terangnya.

Sekadar diketahui, Syamsul Hadi diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal oleh Inspektorat Bojonegoro tahun anggaran 2015 – 2017 sebesar Rp 1,7 Miliar lebih. Dari total Rp1,7 Miliar lebih itu, juga dinikmati oleh beberapa stafnya.

Bentuk penyalahgunaan wewenang itu, dengan cara penetapan RKA tidak sesuai standar SBU yang ditetapkan. Total anggaran negara yang dinikmati pribadi oleh tersangka sebesar kurang lebih Rp 500 juta. Sedangkan beberapa stafnya yang juga menikmati sudah mengembalikan uang negara.

Samsul hati menjadi tersangka tunggal dalam penyidikan dugaan kasus korupsi tersebut. Tersangka mulai ditahan sejak Kamis (25/4/2019) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro. [lus/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar