Hukum & Kriminal

Kepala BRI Syariah Malang : Pelaku Penipuan Bukan Pegawai BRI

Malang (beritajatim.com) – Kepala Kantor BRI Syariah Malang, Aminudin mengaku, kasus penipuan yang dilakukan seorang wanita di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, adalah bukan seorang pegawai BRI.

“Sejak bertugas tahun 2017 lalu, kami tidak pernah membuka lowongan pekerjaan. Artinya apa, tersangka penipuan ini bukan pegawai Bank BRI Syariah,” ungkap Aminudin, Selasa (3/11/2020) sore usai bertemu Kapolres Malang AKBP Hendri Umar dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Umar.

Aminudin menegaskan, secara keseluruhan ia tidak mengenal tersangka. Tidak juga pernah bertatap muka secara langsung dengan tersangka. “Maaf ya, bukan kami bermaksud menghina. Tapi BRI punya standart minimal untuk merekrut calon pegawai. Nah dari penampilan dan sikap pelaku ini, tidak masuk kriteria. Sehingga apa, kami pastikan tersangka ini sengaja ingin menipu dengan mengaku sebagai pegawai BRI,” ujarnya.

Atas perbuatan tersangka, lanjut Aminudin, pihaknya selaku Kepala Kantor Bank BRI Syariah Malang memang sangat dirugikan. Kantor kami tahun 2017 lalu memang ada di Jalan Kawi, tapi itu sudah pindah. Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan BRI Syariah Pusat. Karena jujur kami sangat dirugikan oleh perbuatan tersangka. Intinya kami manut apa yang dilakukan Polres Malang atas kasus penipuan ini,” tuturnya.

Aminudin menambahkan, ia mengetahui kasus ini sejak akhir bulan Oktober 2020 lalu. Pihaknya bahkan sudah berupaya mencari keberadaan tersangka. Namun, pelaku dikenal sangat licin dan susah dipancing untuk keluar.

“Kami sempat kesulitan melacak keberadaan tersangka. Karena selalu berganti nomer telpon. Ketika ditelpon pun tidak pernah diangkat. Sehingga kami sudah berupaya mencari tersangka karena kami mendengar pelaku mengaku sebagai pegawai BRI saat melakukan aksinya untuk menipu nasabah,” papar Aminudin.

Aminudin kemudian berhasil memancing keluar dan mengamankan pelaku setelah salah satu korbannya, mampu mengajak tersangka bertemu. “Lewat salah satu korban yang pegawai Mitsubhisi inilah kita lalu berhasil mengamankan tersangka. Korban saat itu sudah mengeluarkan uang Rp 100 juta pada tersangka,” pungkas Aminudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penjual pempek bernama berinisial MY (29) alias Meta, warga Pakis, Kabupaten Malang dibekuk petugas Satreskrim Polres Malang setelah menipu puluhan orang hingga meraup duit sebanyak Rp 1,4 milyar lebih.

Modus yang dilakukan Meta, berpura-pura sebagai pegawai BRI di Kota Malang. Terhadap puluhan korbannya, pelaku menawarkan tiga program dari Bank BRI. Pertama deposito berjangka dan investasi. Kedua tabungan pendidikan atau Simpanan Pelajar (SIMPEL). Sedang modus ketiga dengan menawarkan tabungan haji. Satu korban yang tergiur dana haji. Ketiga program itu adalah upaya tersangka untuk melakukan serangkaian penipuan. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar