Hukum & Kriminal

Kenal Narkoba Sejak SMA, Pemuda Ini Nekat Edarkan Ganja

Tersangka AD dibekuk disebuah warung kopi, Selasa (13/8/2019). Barang bukti yang diamankan, dua poket ganja dikemas plastik, serta sebuah handphone.

Malang (beritajatim.com) – Seorang pemuda asal Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, berinisial AD (19), harus berurusan dengan polisi. AD ditangkap karena kasus narkoba. Pemuda yang baru lulus sekolah SMA ini, mengkonsumsi dan mengedarkan daun ganja kering.

Tersangka dibekuk disebuah warung kopi. Barang bukti yang diamankan, dua poket ganja dikemas plastik, serta sebuah handphone.

“Ketika kami tangkap, tersangka sedang menunggu temannya. Semula saat kami amankan, hanya satu poket. Namun setelah kami geledah di rumahnya ada sepuluh poket lagi,” jelas KBO Satreskoba Polres Malang, Iptu Suryadi, Rabu (14/8/2019).

Penangkapan AD, bermula dari laporan masyarakat. Warga menginformasikan kalau di wilayah Wagir marak beredar narkoba jenis ganja. Polisi pun lantas melakukan penyelidikan.

Setelah seminggu menyelidiki, diketahui bahwa yang mengedarkan adalah AD. Selanjutnya, petugas mencari keberadaannya dan tertangkap di sebuah warung kopi. “Dia kami jerat dengan pasal 111 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya, minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Untuk memburu jaringannya, polisi masih mengembangkan kasusnya. Diketahui bahwa tersangka AD, memiliki jaringan pengedar di wilayah Kota Malang. “Anggota sekarang sedang mengembangkan kasusnya, dengan memburu pemasoknya,” pungkas Suryadi.

Sementara itu, tersangka AD berdalih menjadi pengedar narkoba karena salah pergaulan. “Mungkin karena salah pergaulan. Saya mengenal narkotika sejak kelas XI SMA,” ucap AD.

Sebelum mengkonsumsi dan mengedarkan ganja, AD mengaku lebih dahulu menjadi pengedar pil koplo jenis dobel L. Obat terlarang tersebut diakui diedarkan kepada pemuda dan teman-teman sewaktu sekolah. “Kalau pil koplo dulu sudah lama. Namun untuk ganja ini, baru sekitar dua bulan ini. Rencananya tidak saya jual hanya untuk konsumsi sendiri,” AD mengaku.

Ia menambahkan, ganja kering tersebut dibeli dari seorang temannya berinisial AB, warga Kota Malang. Dia membeli ganja sepoket besar dengan harga Rp 400 ribu. Kemudian diecer menjadi sebelas poket dan dijual Rp 100 ribu tiap poket. “Saya baru sekali saja membelinya. Tidak untuk dijual tetapi dikonsumsi sendiri,” dalih AD. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar